Sabtu, 05 September 2026 | 09:03

CERPEN

Cerpen: Saat Kawan Lama Menyapa Kembali
Ruang Menulis

Cerpen: Saat Kawan Lama Menyapa Kembali

ASKARA - Suatu pagi yang sepi, Tukul memandangi cangkir kopi di depannya yang mulai dingin. Di balik kepulan uap sisa itu, kenangan tentang persahabatan yang pernah hanga ...

Cerpen: Malam yang Menghapus Beasiswa

ASKARA - Tak ada yang tahu betapa panjang malam-malam di tempat ini. Lampu neon redup menyinari dinding lembab, sementara suara jangkrik dari luar sel terdengar seperti l ...

Rindu yang Tertinggal di Kursi Tua

Oleh: Muhammad Rafi Suryaramadhan ASKARA - Kereta sore itu melaju perlahan meninggalkan Jakarta. Dari balik jendela, Arif menatap deretan gedung yang semakin menjauh&m ...

Cerpen: Empat Bayangan di Teras Masjid

ASKARA - Kami berempat pernah duduk seperti itu di teras Masjid Al Falah Sidorukun, sekitar tahun 1992. Lantai merah marun masih licin, udara sore lembap dengan aroma kay ...

Cerpen: Dinding yang Mengajari Untung Bersyukur

ASKARA - Setiap pagi, Untung melewati dinding lusuh di sudut gang sempit dekat tempatnya bekerja sebagai satpam gudang logistik. Tulisan besar di tembok itu menatapnya se ...

Cerpen: Senyum Terakhir di Bengkel Pinggir Jalan

ASKARA - Pagi itu matahari baru saja naik ketika suara truk dan jerit rem mengguncang jalan raya Batuwangi. Seorang pengemudi ojek perempuan tersenggol truk dan terjun ke ...

Cerpen: Ketika Murid Mencium Tangan Gurunya

ASKARA - Di antara hamparan batu tua di halaman madrasah Amman, seorang murid bersiap mencium tangan gurunya, tapi tangan itu justru menepi, menolak disentuh bibir penuh ...

Cerpen: Saat Luka Belajar Bernapas Sendiri

ASKARA - Di hadapan dunia, ia tampak tenang seperti laut di pagi hari. Padahal di dalam dadanya badai terus berputar. Ia tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena sudah ...

Cerpen: Ketika Masjid Itu Harus Rubuh Damai

ASKARA - Di sore yang temaram, suara azan magrib masih menggema lembut dari pengeras suara masjid di ujung perkampungan itu. Tak banyak yang tahu, sore itu adalah azan te ...

Cerpen: Papan Pengumuman yang Berbicara Diam-Diam

ASKARA - Di sebuah sekolah dasar di Jember, seorang guru bernama Bu Raras menolak bantuan makanan bergizi (MBG) yang sudah basi. Ia bersuara keras, menulis surat protes, ...

Cerpen: Lelaki yang Melupakan Janji Pertama

ASKARA - Seorang lelaki duduk sendiri di sebuah kamar yang remang, menatap foto pernikahan yang sudah mulai menguning di bingkainya. Senyum istrinya yang dulu begitu hang ...

Cerpen: Luka, Setia, Hancur, dan Kebangkitan Sejati

ASKARA - Kisah pilu seorang perempuan viral di media sosial. Menikah sejak 2011, ia setia mendampingi suami hingga sukses, meski tak dikaruniai anak. Namun kebahagiaan it ...

Cerpen: Pulang dengan Sesal, Rahasia Tersimpan Rapi

ASKARA - Lima tahun merantau, lelaki itu kembali dengan wajah penuh penyesalan. Ransel hitam di punggungnya bukan hanya membawa pakaian usang, tapi juga luka kegagalan ya ...

Cerpen: Muridku Pergi, Suamiku Kembali Pulang

ASKARA - Cinta kadang datang dari arah yang tak terduga. Seorang guru muda yang awalnya hanya berusaha mengajar dengan sepenuh hati, akhirnya dipertemukan dengan mantan m ...

Cerpen: Rezeki Tak Sama, Hati Harus Lega

ASKARA - Hidup selalu memperlihatkan wajah rezeki yang berbeda. Ada yang berlimpah, ada yang pas-pasan, ada pula yang terasa sempit. Namun perbedaan itu bukan untuk meren ...