Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:23

#CERPEN

Ruang Menulis

Cerpen: Kerupuk Tersisa Di Ujung Senja

ASKARA - Di usia yang sudah merangkak 90 tahun, tubuh Mbah Niti telah bungkuk, matanya kabur, dan langkahnya rapuh. Tapi hidup tak menunggu iba. Setiap hari, ia memanggul kerupuk k ...

Ruang Menulis

Cerpen: Jempol yang Menyesatkan

ASKARA - Rudi tidak pernah berniat mengkhianati. Tidak ada niat sadar, tak ada rencana busuk. Semua terjadi... karena hal yang sepele. Awalnya hanya jempol d ...

Ruang Menulis

Permata yang Tertukar

Oleh: Dwi Taufan Hidayat - ASKARA - “Kau tahu, Van... Lucu, ya. Klien-klienku yang datang mengadu tentang suaminya yang selingkuh itu biasanya cantik-c ...

COMMUNITY

Waktu Yang Kami Tunggu untuk Bertengkar

ASKARA - Tangannya menggenggam erat cangkir teh yang mulai dingin. Wajahnya menatap kosong ke arah taman kecil yang mulai basah oleh gerimis sore. Aroma lavende ...

COMMUNITY

Cerpen: Sepi yang Pulang Diam-Diam

ASKARA - Keselamatan dan rahmat Allah semoga tercurahkan buat kita semua. Aamiin. Duniaku kembali sepi. Sunyi terasa lebih nyaring dari biasanya, sejak cucu ...

Ruang Menulis

Cerpen: Fatamorgana Kehidupan

ASKARA - Langit di atas Jakarta berwarna oranye keemasan saat Reza melangkah keluar dari apartemennya. Angin sore berhembus pelan, membawa suara bising lalu lin ...

Ruang Menulis

Cerpen: Buah Kesabaran

ASKARA - Pak Jaya menyipitkan mata, meneliti biji alpukat di tangannya. Sinar matahari sore menyorot dari sela dedaunan di pekarangan sempitnya. Dengan hati-hat ...

Ruang Menulis

Cerpen: Tangan Kosong

ASKARA - Hidup memang lucu, pikir Arman, sambil menatap langit senja dari balkon rumah mewahnya. Dulu, ia datang ke kota ini dengan satu tas lusuh berisi baju s ...

Ruang Menulis

Ganjalan Batu Di Perut

ASKARA - Malam itu, cahaya rembulan samar menerangi rumah kecil di pinggiran kota. Di dalamnya, Fadil duduk bersandar di dinding kayu yang mulai lapuk. Perutnya ...

Ruang Menulis

Cerpen: Di Balik Senyum Henri

ASKARA - Hujan deras membasahi kota. Henri duduk di teras rumahnya, menatap kosong ke jalanan basah. Kedua matanya redup, seolah menyimpan beban yang tak terlih ...

Ruang Menulis

Cerpen: Bu Purnomo yang Menghilang

ASKARA - Di sebuah kompleks perumahan sederhana, setiap bulan di minggu kedua, ibu-ibu RT berkumpul dalam pertemuan rutin. Tak sekadar ajang silaturahmi, pertem ...