Sabtu, 05 September 2026 | 09:03

CERPEN

Cerpen: Kerupuk Tersisa Di Ujung Senja
Ruang Menulis

Cerpen: Kerupuk Tersisa Di Ujung Senja

ASKARA - Di usia yang sudah merangkak 90 tahun, tubuh Mbah Niti telah bungkuk, matanya kabur, dan langkahnya rapuh. Tapi hidup tak menunggu iba. Setiap hari, ia memanggul ...

Cerpen: Dua Detik Terakhir di Ruang Operasi

ASKARA - Langit Sinarjati sore itu memerah. Awan menggumpal bagai luka yang belum dijahit, menggantung murung di atas atap atap rumah yang berderet bagai pasien menunggu ...

Cerpen: Jempol yang Menyesatkan

ASKARA - Rudi tidak pernah berniat mengkhianati. Tidak ada niat sadar, tak ada rencana busuk. Semua terjadi... karena hal yang sepele. Awalnya hanya jempol di kolom st ...

Cerpen: Takdir yang Tak Pernah Terlihat

ASKARA - Hujan turun deras di luar jendela rumah Santi. Kilatan petir sesekali menerangi langit malam, disusul gemuruh guntur yang menggema di kejauhan. Angin meniup daun ...

Permata yang Tertukar

Oleh: Dwi Taufan Hidayat - ASKARA - “Kau tahu, Van... Lucu, ya. Klien-klienku yang datang mengadu tentang suaminya yang selingkuh itu biasanya cantik-cantik. Pin ...

Cerpen: Bayang-Bayang Keberanian: Kisah Terbalik Hakim Bao

Oleh: Dwi Taufan Hidayat  ASKARA - Tiga belas tahun setelah kepergiannya, nama Hakim Bao masih bergema di lorong-lorong pengadilan, meski kini hanya sebagai bisik ...

Waktu Yang Kami Tunggu untuk Bertengkar

ASKARA - Tangannya menggenggam erat cangkir teh yang mulai dingin. Wajahnya menatap kosong ke arah taman kecil yang mulai basah oleh gerimis sore. Aroma lavender dari lil ...

Cerpen: Sepi yang Pulang Diam-Diam

ASKARA - Keselamatan dan rahmat Allah semoga tercurahkan buat kita semua. Aamiin. Duniaku kembali sepi. Sunyi terasa lebih nyaring dari biasanya, sejak cucu pertamaku ...

Cerpen: Rumah Terbuka yang Tertutup

Oleh: Dwi Taufan Hidayat ASKARA - Rumah itu tampak biasa dari luar—sebuah paviliun modern berhalaman kecil dengan batu-batu koral rapi menghiasi jalur masuknya. ...

Cerpen: Fatamorgana Kehidupan

ASKARA - Langit di atas Jakarta berwarna oranye keemasan saat Reza melangkah keluar dari apartemennya. Angin sore berhembus pelan, membawa suara bising lalu lintas dan ge ...

Cerpen: Buah Kesabaran

ASKARA - Pak Jaya menyipitkan mata, meneliti biji alpukat di tangannya. Sinar matahari sore menyorot dari sela dedaunan di pekarangan sempitnya. Dengan hati-hati, ia menu ...

Cerpen: Tangan Kosong

ASKARA - Hidup memang lucu, pikir Arman, sambil menatap langit senja dari balkon rumah mewahnya. Dulu, ia datang ke kota ini dengan satu tas lusuh berisi baju seadanya da ...

Ganjalan Batu Di Perut

ASKARA - Malam itu, cahaya rembulan samar menerangi rumah kecil di pinggiran kota. Di dalamnya, Fadil duduk bersandar di dinding kayu yang mulai lapuk. Perutnya keroncong ...

Cerpen: Di Balik Senyum Henri

ASKARA - Hujan deras membasahi kota. Henri duduk di teras rumahnya, menatap kosong ke jalanan basah. Kedua matanya redup, seolah menyimpan beban yang tak terlihat. Ponsel ...

Cerpen: Bu Purnomo yang Menghilang

ASKARA - Di sebuah kompleks perumahan sederhana, setiap bulan di minggu kedua, ibu-ibu RT berkumpul dalam pertemuan rutin. Tak sekadar ajang silaturahmi, pertemuan ini ju ...