Sabtu, 05 September 2026 | 08:03

CERPEN

Cerpen: Langkah Sunyi Mengalahkan Bayangan Masa Lalu
Ruang Menulis

Cerpen: Langkah Sunyi Mengalahkan Bayangan Masa Lalu

ASKARA - Hujan baru saja berhenti ketika Arya berdiri di depan sebuah rumah sederhana yang telah lama ia tinggalkan. Bau tanah basah memenuhi udara sore, sementara daun d ...

Cerpen: Cermin Yang Menyimpan Semua Luka

ASKARA - Malam turun perlahan di kampung tua yang mulai sepi. Lampu teras rumah kakek memantulkan cahaya kekuningan ke halaman yang dipenuhi daun kering. Dari kejauhan te ...

Cerpen: Kebohongan Kecil Yang Menunda Takdir

ASKARA - Pagi itu suasana kantor cabang bank tempat Rani bekerja terasa seperti biasanya. Mesin antrean berbunyi bersahutan, suara printer sesekali memecah keheningan, da ...

Cerpen: Surat Rahasia Setelah Tuduhan Berlalu

ASKARA - Malam itu, beranda rumah Bu Salamah dipenuhi suara percakapan para ibu yang baru selesai mengikuti pengajian rutin. Udara terasa hangat dan tenang. Secangkir teh ...

Cerpen: Cermin Sikap Dalam Jejak Kehidupan

ASKARA - Di sebuah kota kecil yang tenang, banyak orang percaya bahwa hubungan antarmanusia adalah perkara yang paling sulit dipahami. Setiap pertemuan membawa harapan, s ...

Cerpen: Langkah Kaki Arsip Ingatan Kota Hidup

ASKARA - Aku menulis kisah ini sebagai seseorang yang dulu percaya bahwa berjalan kaki hanyalah cara sederhana untuk menenangkan pikiran, sampai aku menyadari bahwa setia ...

Cerpen: Pelukan di Seberang Warung Ronde

ASKARA - Hujan turun tanpa jeda ketika aku melihat suamiku memeluk seorang ibu tukang parkir di seberang warung ronde. Tangis mereka pecah seperti dua orang yang lama keh ...

Cerpen: Lingkaran Gelap Dalam Dendam Lama

ASKARA - Hujan turun tipis di balik jeruji besi ketika Nugroho duduk sendirian di sudut sel tahanan. Lelaki berusia dua puluh tujuh tahun itu memandangi halaman buku lusu ...

Cerpen: Dompetku Hilang di Kota Nabi

ASKARA - Siang itu saya baru keluar dari Masjid Nabawi ketika melihat beberapa jamaah haji Indonesia duduk bahkan rebahan di lantai marmer luar pelataran. Wajah mereka le ...

Cerpen: Buku Gelap di Warung Kopi

ASKARA - Di warung kopi pinggir sawah, Samin membaca buku berjudul Mengelola Nyali untuk Beristri Empat. Warga menertawakan, mengira ia sedang menyiapkan poligami. Namun ...

Cerpen: Bayangan Daftar Dan Jaring Fitnah

ASKARA - Aku menemukan daftar itu di ponselku saat hujan turun pelan di warung kopi dekat terminal. Enam tipe orang yang harus dihindari, katanya, seperti panduan sederha ...

Cerpen: Berkas Lamaran Yang Terlambat Menjadi Manusia

ASKARA - Siang itu, seorang lelaki datang tanpa membawa map lamaran atau surat rekomendasi apa pun. Ia hanya membawa wajah lelah, suara yang tertahan, dan kebutuhan seder ...

Cerpen: Aib Yang Berubah Menjadi Senjata

ASKARA -:Pada suatu sore yang tampak biasa, sebuah unggahan sederhana dan foto yang seolah tak bermakna mulai mengendap di benakku. Ia bicara tentang persahabatan, keperc ...

Cerpen: Administrasi, Iman, dan Nama Baru

ASKARA - Perubahan Kartu Keluarga seharusnya sekadar urusan data, namun di sebuah gang sempit, ia menjelma peristiwa yang mengguncang batas antara iman pribadi dan pengak ...

Cerpen: Ketika Rumah Tetap Utuh Sunyi

ASKARA -;Mereka masih disebut pasangan, masih berbagi ranjang dan meja makan yang sama, masih hadir dalam bingkai keluarga yang tampak rapi. Namun di balik rutinitas yang ...