Rabu, 17 Juni 2026 | 15:50

CERPEN

Cerpen: Delapan Kilometer Menuju Sebuah Kesadaran
Ruang Menulis

Cerpen: Delapan Kilometer Menuju Sebuah Kesadaran

ASKARA - Pagi yang masih diselimuti kabut menjadi saksi ketika seorang ayah memutuskan memberi pelajaran yang tidak biasa kepada anaknya. Tanpa amarah ia meminta anak itu ...

Cerpen: Lima Rasa Dalam Bayang Malam Macau

ASKARA - Di tengah Kota Macau yang tetap benderang meski larut malam menelan langkah pejalan, Bruno Santos meracik koktail lima bumbu yang ia ciptakan untuk seseorang yan ...

Cerpen: Bayar Parkir, Bisnis Kami yang Tersedak

ASKARA - Pagi di deretan ruko kecil kawasan Cibubur datang dengan sinar yang pelan tapi panasnya cepat menusuk. Dari celah pintu besi yang baru dibuka separuh, Lani menat ...

Cerpen: Jejak Warisan yang Menggerus Martabat

ASKARA - Pagi itu udara mengambang di halaman sebuah rumah yang tak lagi memuat nama pemilik lamanya, hanya riuh minimarket di depannya yang sibuk menumpulkan kenangan. D ...

Cerpen: Kekuatan Cinta Tak Terlihat Waktu

ASKARA - Selama hampir sebulan, dua bersaudara di Kendal ditemukan dalam keadaan lemas di samping jenazah ibu mereka yang telah membusuk. Dunia menatap mereka dengan nger ...

Cerpen: Satu Cangkir Kopi, Seribu Tuduhan

ASKARA - Satu cangkir kopi di teras warung menjadi saksi perbincangan biasa yang berubah luar biasa. Di zaman ketika kamera ponsel lebih cepat dari nalar, sebuah tawa bis ...

Cerpen: Saat Kawan Lama Menyapa Kembali

ASKARA - Suatu pagi yang sepi, Tukul memandangi cangkir kopi di depannya yang mulai dingin. Di balik kepulan uap sisa itu, kenangan tentang persahabatan yang pernah hanga ...

Cerpen: Malam yang Menghapus Beasiswa

ASKARA - Tak ada yang tahu betapa panjang malam-malam di tempat ini. Lampu neon redup menyinari dinding lembab, sementara suara jangkrik dari luar sel terdengar seperti l ...

Rindu yang Tertinggal di Kursi Tua

Oleh: Muhammad Rafi Suryaramadhan ASKARA - Kereta sore itu melaju perlahan meninggalkan Jakarta. Dari balik jendela, Arif menatap deretan gedung yang semakin menjauh&m ...

Cerpen: Empat Bayangan di Teras Masjid

ASKARA - Kami berempat pernah duduk seperti itu di teras Masjid Al Falah Sidorukun, sekitar tahun 1992. Lantai merah marun masih licin, udara sore lembap dengan aroma kay ...

Cerpen: Dinding yang Mengajari Untung Bersyukur

ASKARA - Setiap pagi, Untung melewati dinding lusuh di sudut gang sempit dekat tempatnya bekerja sebagai satpam gudang logistik. Tulisan besar di tembok itu menatapnya se ...

Cerpen: Senyum Terakhir di Bengkel Pinggir Jalan

ASKARA - Pagi itu matahari baru saja naik ketika suara truk dan jerit rem mengguncang jalan raya Batuwangi. Seorang pengemudi ojek perempuan tersenggol truk dan terjun ke ...

Cerpen: Ketika Murid Mencium Tangan Gurunya

ASKARA - Di antara hamparan batu tua di halaman madrasah Amman, seorang murid bersiap mencium tangan gurunya, tapi tangan itu justru menepi, menolak disentuh bibir penuh ...

Cerpen: Saat Luka Belajar Bernapas Sendiri

ASKARA - Di hadapan dunia, ia tampak tenang seperti laut di pagi hari. Padahal di dalam dadanya badai terus berputar. Ia tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena sudah ...

Cerpen: Ketika Masjid Itu Harus Rubuh Damai

ASKARA - Di sore yang temaram, suara azan magrib masih menggema lembut dari pengeras suara masjid di ujung perkampungan itu. Tak banyak yang tahu, sore itu adalah azan te ...