Rabu, 17 Juni 2026 | 15:59

CERPEN

Cerpen: Buku Gelap di Warung Kopi
Ruang Menulis

Cerpen: Buku Gelap di Warung Kopi

ASKARA - Di warung kopi pinggir sawah, Samin membaca buku berjudul Mengelola Nyali untuk Beristri Empat. Warga menertawakan, mengira ia sedang menyiapkan poligami. Namun ...

Cerpen: Bayangan Daftar Dan Jaring Fitnah

ASKARA - Aku menemukan daftar itu di ponselku saat hujan turun pelan di warung kopi dekat terminal. Enam tipe orang yang harus dihindari, katanya, seperti panduan sederha ...

Cerpen: Berkas Lamaran Yang Terlambat Menjadi Manusia

ASKARA - Siang itu, seorang lelaki datang tanpa membawa map lamaran atau surat rekomendasi apa pun. Ia hanya membawa wajah lelah, suara yang tertahan, dan kebutuhan seder ...

Cerpen: Aib Yang Berubah Menjadi Senjata

ASKARA -:Pada suatu sore yang tampak biasa, sebuah unggahan sederhana dan foto yang seolah tak bermakna mulai mengendap di benakku. Ia bicara tentang persahabatan, keperc ...

Cerpen: Administrasi, Iman, dan Nama Baru

ASKARA - Perubahan Kartu Keluarga seharusnya sekadar urusan data, namun di sebuah gang sempit, ia menjelma peristiwa yang mengguncang batas antara iman pribadi dan pengak ...

Cerpen: Ketika Rumah Tetap Utuh Sunyi

ASKARA -;Mereka masih disebut pasangan, masih berbagi ranjang dan meja makan yang sama, masih hadir dalam bingkai keluarga yang tampak rapi. Namun di balik rutinitas yang ...

Cerpen: Amanah Sunyi Di Tanah Suci

ASKARA - Cerita ini berawal dari sebuah foto lusuh di warung kopi dan berakhir pada sebuah pilihan yang tak pernah direncanakan. Di antara angka angka sedekah, tanah waka ...

Cerpen: Tutup Botol Hijau dan Sisa Hidup

ASKARA - Di kios pakan burung di pinggir jalan depan perumahan yang temboknya terlalu putih, aku berdiri dengan napas agak pendek sambil memegang botol semprot tua yang s ...

Cerpen: Kekacauan Dunia dan Ilusi Kekuasaan

ASKARA - Ketika Trump mengeksekusi aksi gila dengan menangkap presiden Venezuela tanpa izin ICC, dunia seakan runtuh dalam aturan baru. Siapapun kini bisa menculik pemimp ...

Cerpen: Hari Hari Yang Tak Lagi Dihitung

ASKARA - Aku membaca kembali catatan pengeluaran bulanan itu di ruang tunggu yang sunyi. Angkanya rapi, logis, dan terasa akrab. Namun di antara deretan biaya makan, jaja ...

Cerpen: Bingkai Tikus Botol dan Aku

ASKARA - Foto itu selalu muncul lagi di layar ponselku setiap kali grup keluarga ramai membahas harga beras, pajak, dan hidup yang kian sempit. Seekor tikus terjerat papa ...

Cerpen: Pelukan yang Terlalu Sunyi untuk Cinta

ASKARA - Di rumah kecil yang selalu tampak tenang, pelukan menjadi jawaban atas setiap kesalahan. Tidak ada bentakan, tidak ada amarah, hanya lengan yang melingkar dan se ...

Cerpen: Mesin Uang yang Tak Pernah Hidup

ASKARA - Bima dulu percaya bahwa rahasia hidup adalah membuat uang bekerja tanpa henti. Ia menabung, berinvestasi, dan membangun bisnis seperti merakit mesin raksasa yang ...

Cerpen: Jejak Kesalahan yang Menggenangi Kota

ASKARA - Kota Lembar Jaya pernah hidup berdampingan dengan sungai dan pepohonan yang melindunginya. Namun ketika hutan ditebang, sampah menumpuk, dan pemimpin keliru dipi ...

Cerpen: Bayang Rekaman Dan Luka Tak Terduga

ASKARA - Di kota kecil Lembah Aruna, seorang pelajar SMA terjebak dalam lingkaran ancaman setelah seorang pria yang mengaku instruktur fitness merekam dan memerasnya. Kel ...