Rabu, 01 Juli 2026 | 09:12

Ruang Menulis

Cerpen: Satu Cangkir Kopi, Seribu Tuduhan
Ruang Menulis

Cerpen: Satu Cangkir Kopi, Seribu Tuduhan

ASKARA - Satu cangkir kopi di teras warung menjadi saksi perbincangan biasa yang berubah luar biasa. Di zaman ketika kamera ponsel lebih cepat dari nalar, sebuah tawa bis ...

LAWAN

Oleh: Miftah H. Yusufpati  ASKARA - Di negeri yang katanya merdeka, kata-kata bisa dihukum, akal sehat bisa diborgol, dan kebenaran— ditulis ulang oleh ...

Cerpen: Saat Kawan Lama Menyapa Kembali

ASKARA - Suatu pagi yang sepi, Tukul memandangi cangkir kopi di depannya yang mulai dingin. Di balik kepulan uap sisa itu, kenangan tentang persahabatan yang pernah hanga ...

Cerpen: Malam yang Menghapus Beasiswa

ASKARA - Tak ada yang tahu betapa panjang malam-malam di tempat ini. Lampu neon redup menyinari dinding lembab, sementara suara jangkrik dari luar sel terdengar seperti l ...

Rindu yang Tertinggal di Kursi Tua

Oleh: Muhammad Rafi Suryaramadhan ASKARA - Kereta sore itu melaju perlahan meninggalkan Jakarta. Dari balik jendela, Arif menatap deretan gedung yang semakin menjauh&m ...

Cerpen: Empat Bayangan di Teras Masjid

ASKARA - Kami berempat pernah duduk seperti itu di teras Masjid Al Falah Sidorukun, sekitar tahun 1992. Lantai merah marun masih licin, udara sore lembap dengan aroma kay ...

Cerpen: Dinding yang Mengajari Untung Bersyukur

ASKARA - Setiap pagi, Untung melewati dinding lusuh di sudut gang sempit dekat tempatnya bekerja sebagai satpam gudang logistik. Tulisan besar di tembok itu menatapnya se ...

Cerpen: Senyum Terakhir di Bengkel Pinggir Jalan

ASKARA - Pagi itu matahari baru saja naik ketika suara truk dan jerit rem mengguncang jalan raya Batuwangi. Seorang pengemudi ojek perempuan tersenggol truk dan terjun ke ...

Cerpen: Ketika Murid Mencium Tangan Gurunya

ASKARA - Di antara hamparan batu tua di halaman madrasah Amman, seorang murid bersiap mencium tangan gurunya, tapi tangan itu justru menepi, menolak disentuh bibir penuh ...

Cerpen: Saat Luka Belajar Bernapas Sendiri

ASKARA - Di hadapan dunia, ia tampak tenang seperti laut di pagi hari. Padahal di dalam dadanya badai terus berputar. Ia tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena sudah ...

Cerpen: Ketika Masjid Itu Harus Rubuh Damai

ASKARA - Di sore yang temaram, suara azan magrib masih menggema lembut dari pengeras suara masjid di ujung perkampungan itu. Tak banyak yang tahu, sore itu adalah azan te ...

Peran Agroindustri dalam Pembangunan Pertanian dan Ekonomi Nasional Indonesia

Nama : Desi Veronika Prodi : Teknologi Pangan Kampus : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ASKARA - Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah darat ...

Menggali Potensi Talas Beneng sebagai Inovasi Unggulan Pertanian Banten

Oleh: Ratu Hajratusyaqqila | Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan berbagai k ...

Cinta Yang Hidup Dalam Pertolongan

ASKARA - Tidak semua pertolongan lahir dari kelapangan. Ada yang datang justru dari jiwa yang sedang berjuang, dari hati yang masih menanggung luka, namun tetap memilih u ...

Cerpen: Papan Pengumuman yang Berbicara Diam-Diam

ASKARA - Di sebuah sekolah dasar di Jember, seorang guru bernama Bu Raras menolak bantuan makanan bergizi (MBG) yang sudah basi. Ia bersuara keras, menulis surat protes, ...