Senin, 29 Juni 2026 | 01:22
TRAVELLING

Seabad Jam Gadang, Pengurus Perwatusi Abadikan Momen di Ikon Wisata Bukittinggi

Seabad Jam Gadang, Pengurus Perwatusi Abadikan Momen di Ikon Wisata Bukittinggi
Sejumlah pengurus pusat Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) menyempatkan diri berfoto bersama di pelataran Jam Gadang (Dok Dewie Darmawan)

ASKARA - Memasuki usia 100 tahun, Jam Gadang masih jadi ikon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, sekaligus daya tarik utama buat wisatawan yang datang ke “Kota Jam Gadang”. Bentuk bangunannya yang khas dan nilai sejarahnya bikin menara bersejarah ini jadi spot favorit untuk berfoto.

Momen itu juga terlihat saat sejumlah pengurus pusat Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) menyempatkan diri berfoto bersama di pelataran Jam Gadang di sela-sela kegiatan Pencanangan Gerakan Sumbar Melawan Osteoporosis yang digelar di Bukittinggi.

Dengan latar Jam Gadang yang berdiri megah, para pengurus Perwatusi mengabadikan kebersamaan mereka sebagai bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli pada kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis.

Jam Gadang sendiri dibangun pada 1926 dan kini genap berusia satu abad. Menara setinggi sekitar 26 meter ini sudah jadi saksi perjalanan panjang Kota Bukittinggi, mulai dari masa Hindia Belanda, pendudukan Jepang, sampai Indonesia merdeka. Ciri khas atap bergaya Minangkabau juga membuat Jam Gadang jadi salah satu landmark paling terkenal di Indonesia.

Bukan cuma punya nilai sejarah, kawasan Jam Gadang juga jadi pusat aktivitas warga dan salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat. Hampir setiap wisatawan yang datang ke Bukittinggi pasti menyempatkan diri untuk berfoto di depan menara ini, baik siang maupun malam.

Kehadiran para pengurus Perwatusi di Jam Gadang ikut menambah ramai suasana kawasan wisata itu. Momen kebersamaan tersebut juga jadi simbol bahwa kampanye hidup sehat bisa jalan bareng dengan promosi wisata dan budaya daerah.

Lewat kegiatan Gerakan Sumbar Melawan Osteoporosis, Perwatusi mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan tulang lewat pola hidup sehat, makan bergizi seimbang, rutin bergerak, dan melakukan deteksi dini osteoporosis. Di saat yang sama, keindahan Jam Gadang yang sudah berusia seabad jadi latar yang pas untuk mengingatkan bahwa warisan budaya dan kesehatan masyarakat sama-sama penting untuk dijaga buat generasi mendatang.

 

Komentar