Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05
TRAVELLING

Praktisi Maritim Usulkan Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Pernikahan Dunia

Praktisi Maritim Usulkan Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Pernikahan Dunia
Ilustrasi pernikahan di Labuan Bajo (Dok Freepik-traveloka)

ASKARA - Praktisi maritim Indonesia asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Wilhelmus Lawe Wahang, mengusulkan kepada pemerintah untuk menyusun grand design pariwisata nasional dengan menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata pernikahan maritim kelas dunia (floating wedding tourism).

Menurut Marianus, pengembangan konsep tersebut akan memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium dunia sekaligus pusat wisata maritim nasional di kawasan timur Indonesia. Selain meningkatkan daya saing pariwisata, konsep itu dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja, serta melestarikan budaya lokal.

"Nusa Tenggara Timur memiliki potensi besar menjadi pelopor wisata pernikahan di atas kapal, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Labuan Bajo memiliki panorama alam, budaya, dan identitas maritim yang sangat mendukung," ujar Marianus dalam keterangan tertulis dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (19/7/2026).

Marianus yang saat ini bertugas sebagai Chief Engineer kapal pelayaran internasional di perairan Teluk Hormuz menilai, Indonesia sebagai negara kepulauan harus mulai memandang laut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan, bukan sekadar pemisah antarpulau.

Ia menjelaskan, konsep wisata pernikahan terapung dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian karena melibatkan berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, kapal wisata, jasa dekorasi, fotografi, transportasi, UMKM, hingga tenaga kerja kreatif lokal.

"Ini bukan sekadar pesta pernikahan, tetapi pengungkit ekonomi masyarakat. Satu acara pernikahan premium mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus," katanya.

Marianus mencontohkan keberhasilan destinasi seperti Maldives, Santorini di Yunani, dan Bora Bora yang mampu menarik wisatawan kelas dunia melalui pengalaman wisata eksklusif. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah membuka peluang investasi untuk menghadirkan kapal wisata modern yang dapat difungsikan sebagai "gedung terapung" bagi berbagai kegiatan premium, seperti resepsi pernikahan, bulan madu, konser privat, hingga pertemuan bisnis.

Menurutnya, Labuan Bajo telah memiliki modal yang kuat berupa panorama alam, gugusan pulau, matahari terbenam, serta Taman Nasional Komodo yang dikenal dunia. Infrastruktur pendukung seperti bandara, pelabuhan, hotel, dan fasilitas wisata juga dinilai cukup memadai untuk menopang pengembangan wisata premium.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah menggelar festival pernikahan maritim internasional, memperluas kerja sama dengan investor global, serta menggandeng tokoh dan influencer dunia untuk mempromosikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata eksklusif.

"Labuan Bajo bukan hanya milik Nusa Tenggara Timur, tetapi wajah baru Indonesia sebagai negara maritim. Potensi ini perlu didorong melalui kebijakan yang visioner agar mampu menarik wisatawan premium dari seluruh dunia," pungkas Marianus.

 

Komentar