Kamis, 22 April 2021 | 04:03
OPINI

Cinta Terindah

Cinta Terindah
Ilustrasi

Ketika Allah jadi tujuan, masalah dunia pun terasa sangat tak berarti. Disakiti orang lain, dicuekin anak dan suami, tak akan membuat uring-uringan, marah atau sedih.

Tidak! Bagi yang sudah mulai mencopoti kecintaannya pada dunia perasaan seperti itu lambat laun mulai menghilang, seperti saat dokter mengatakan, bahwa penyakitku biasanya akan mengalami mati mendadak, karena kekentalan darah yang akan berefek beratnya jantung memompa darah.

Tak ada yang lebih tahu tubuh kita selain diri kita sendiri. Sering aku merasakan beratnya nafasku apalagi saat kecapean, tanganku sering mati rasa. Tanda tanda itu sudah lama ada. Namun aku sangat yakin jika belum ajal kematian itu tak akan datang, maka sungguh rugi jika waktu tak digunakan beramal sholeh karena manusia tugasnya di bumi ini adalah untuk beramal sholeh.

Allah Subhanahu Wa Ta\'ala berfirman: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56).

Ibadah disini tentu saja sangat luas tidak hanya sholat, puasa dan haji, tapi fastabiqul khoirot berlomba dalam kebaikan adalah bagian dari ibadah. Bahkan Rasulullah bersabda bahwa "Sebaik baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain".

Maka jalani hidup ini dengan bekerja keras menyebar kebaikan. "Sekecil apa pun kebaikan pasti dibalas dengan kebaikan" (Az Zalzalah ayat 7) maka jangan sia-siakan hidup ini, kesempatan untuk beramal sholeh sampai ajal menjemput, di alam barzah nanti kita tak lagi beramal tapi tidur nikmat, menikmati pahala yang terus mengalir karena amal sholeh kita saat masih hidup.

Aku yakin betul tak ada mati yang mendadak semua sudah ditentukan saat roh ditiupkan ke rahim ibu. Jangan takutkan kematian tapi persiapkan kematian itu dengan beramal sholeh karena Rasulullah bersabda, "Manusia yang cerdas itu adalah manusia yang belajar dari kematian dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian itu."

Masha Allah semua sangat jelas melalui ayat al Quran dan hadis Rasulullah. Jangan biarkan kesempatan hidup ini kita isi dengan baper, sakit hati. Marah, sedih, dendam. Penyakit hati ini tak akan membuat hidup kita mulia namun makin jauh dari bahagia. Intinya letakkan dunia ini hanya digengaman jangan di hati, jika terlepas dari genggaman kita tak sakit hati.

Jangan terlalu mencintai pasangan hidup karena disaat kita tiada, hatinya akan mencari pengganti kita. Bahkan bisa jadi sebelum kita mati pasangan hidup sudah ke lain hati. Sungguh hanya Allahlah cinta tertinggi dan cinta terindah kita, karena Allah tak pernah tinggalkan kita dan padaNya kita pasti kembali.

Untuk sahabat yang sedang diuji sakit, jangan biarkan sakit itu membuat kita lemah. Lawan dengan semangat. Apapun sakit itu jangan biarkan membuat diri makin tak berarti, tetap tebarkan senyum, tanam kebaikan sampai akhir hayat Allah jemput kita dalam keadaan husnul khotimah.

Elva Tazar

Penulis Novel Amak / [email protected]

Komentar