Satwa Bernama Ulang
OLEH: JAYA SUPRANA
ASKARA - Bahasa Indonesia punya cara manis menamai satwa yaitu diulang. Bukan karena kehabisan kata, tapi karena kata ulang paling pas menggambarkan gerak, bunyi, dan watak satwa. Pokok kreatif !
Inilah 8 satwa bernama ulang yang paling ikonik:
1. Kupu-kupu : Sang Penari
Namanya niru kepakan sayap "kupu... kupu..." yang lembut. Dari larva rakus jadi penari bunga. Kata ulang ini kasih kesan ringan, cantik, bebas. Simbol transformasi paling indah.
2. Kunang-kunang: Lentera Jawa
Bunyi "kunang-kunang" = kedip lampu perutnya di gelap malam. Maknanya "cahaya kecil-kecil". Sejak masih larva sudah bisa bercahaya. Anak kecil paling cepat hafal karena namanya udah kayak lagu nina bobo.
3. Umang-umang alias Ketam Kelapa adalah krustasea decapod (berkaki lima) dari superfamilia Paguroidea.[ Sebagian besar dari sekitar 1.100 spesies anggota Paguroidea memiliki perut lunak asimetris, yang tersembunyi dalam cangkang siput laut yang telah kosong yang dibawa-bawa oleh hewan
4. Orong-orong: Tukang Gali
"Orong-orong" niru bunyi "ngong-ngong" saat dia gali tanah + gerak cakarnya bolak-balik. Kaki depannya sekop hidup. Namanya kasar, pekerjaannya mulia: menggemburkan tanah buat petani. Kata ulang = kerja berulang.
5. Undur-undur: Filosof Mundur
Jalannya nggak maju. "Undur... undur... undur..." terus sampai bikin corong pasir. Namanya = filosofi hidupnya. Mundur bukan berarti kalah, tapi strategi buat bikin jebakan. Anak-anak suka karena lucu.
6. Ubur-ubur: Meditator Laut
Nggak ada tulang, nggak ada otak, tapi udah hidup 500 juta tahun. Namanya "ubur-ubur" niru bentuknya yang mengembang-kempis di air. Geraknya lambat, berulang, tenang. Kata ulang bikin namanya selembut gerakannya.
7. Laba-laba: Arsitek Jebakan
Ini kata ulang paling kontras. "Laba" di akuntansi = angka profit. "Laba-laba" = laba beneran lewat sarang. Dia arsitek ulung: benang lebih kuat dari baja. Namanya diulang karena kerjanya ngulang: tenun, tunggu, tangkap. Sabar = laba.
8. Lumba-lumba ; mungkin sekali lagi mungkin, nama lumba-lumba berasal dari mamalia air yang biasa berenang rame-rame sehingga tampak seolah sedang berlumba.
Alasan satwa bernama ulang :
1. Onomatopeia: Namanya = bunyinya. Kunang-kunang, umang-umang, kupu-kupu.
2. Gerak berulang: Undur-undur, orong-orong, ubur-ubur.
3. Kesan imut: Ulang = imut, akrab, tidak menakutkan. Maka kalajengking dan harimau tidak bernama ulang.
Jadi besok kalau lihat kunang-kunang ingat itu bukan cuma serangga bisa terbang dan bercahaya. Itu puisi 4 suku kata yang Tuhan tulis di langit malam, dengan dialek berbeda.

Komentar