Paus Leo XIV Sampaikan Pesan Persaudaraan untuk Komunitas Yahudi Roma
ASKARA - Paus Leo XIV menyampaikan salam dan doa kepada komunitas Yahudi di Roma menjelang rangkaian perayaan Rosh Hashanah, Yom Kippur dan Sukkot. Pesan tersebut disampaikan melalui telegram kepada Kepala Rabbi Roma, Riccardo Di Segni, serta seluruh komunitas Yahudi yang disebut Paus sebagai “komunitas Yahudi tercinta”.
Dalam pesannya, Paus Leo XIV berharap rangkaian perayaan tersebut menjadi momentum yang membawa berkat melimpah dari Yang Mahakuasa sekaligus menjadi sumber sukacita bagi umat yang merayakannya.
“Saya berharap bahwa perayaan-perayaan ini dapat menjadi kesempatan untuk menerima berkat berlimpah dari Yang Mahakuasa dan menjadi sumber sukacita,” demikian pesan Paus Leo XIV, Jumat (11/9/2026).
Secara khusus, Paus Leo XIV memberikan perhatian pada makna spiritual dari masing-masing hari raya. Ia berharap kedatangan Rosh Hashanah membawa janji pembaruan yang damai serta awal baru yang penuh harapan.
Sementara Yom Kippur, yang dikenal sebagai Hari Pendamaian, diharapkan menjadi momentum keheningan suci untuk menemukan kedamaian dan terang batin. Adapun Sukkot, yang juga dikenal sebagai Feast of Booths atau Feast of Tabernacles, diharapkan dipenuhi sukacita, rasa syukur dan semangat kebersamaan.
Rosh Hashanah sendiri merupakan Tahun Baru keagamaan dalam tradisi Yahudi dan menjadi salah satu dari tiga perayaan Tahun Baru dalam kalender Yahudi. Yom Kippur merupakan hari yang didedikasikan bagi pertobatan dan pendamaian, sedangkan Sukkot merupakan perayaan yang mengingatkan umat Yahudi pada pengalaman hidup dalam pondok-pondok selama perjalanan leluhur mereka.
Paus Leo XIV juga menegaskan kembali penghormatan dirinya dan seluruh Gereja Katolik kepada komunitas Yahudi. Ia memanjatkan doa kepada Yang Kekal agar hubungan persahabatan antara umat Yahudi dan Katolik semakin bertumbuh.
“Semoga kita dapat bertumbuh dalam persahabatan timbal balik, di kota Roma kita dan di seluruh dunia,” demikian harapan Paus Leo XIV.
Pesan tersebut menempatkan perayaan keagamaan bukan hanya sebagai kesempatan untuk menjalankan tradisi iman, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan dan perdamaian.
Di tengah dunia yang masih menghadapi berbagai konflik dan perpecahan, pesan Paus Leo XIV menggarisbawahi pentingnya membangun hubungan antarkomunitas melalui penghormatan, persahabatan dan kebersamaan.
Dari Roma, pesan itu menjadi pengingat bahwa perbedaan tradisi iman tidak harus menjadi tembok pemisah. Sebaliknya, doa, pertobatan, rasa syukur dan persaudaraan dapat menjadi bahasa bersama untuk merawat perdamaian.

Komentar