Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan di Haiti dan Doakan Korban Banjir Nepal-Tibet
ASKARA - Paus Leo XIV menyerukan penghentian segera kekerasan di Haiti setelah laporan pembantaian serius terjadi di Kenscoff dan sejumlah warga dilaporkan tewas serta lainnya diculik.
Seruan tersebut disampaikan Paus Leo XIV setelah memimpin doa Angelus pada Minggu (30/8/2026) siang di Castel Gandolfo. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam kepada para korban dan keluarga mereka serta meminta seluruh sandera segera dibebaskan.
“Saya menyampaikan kedekatan dalam doa kepada para korban dan keluarga mereka serta memohon agar semua sandera segera dibebaskan,” kata Paus Leo XIV.
Paus juga menyerukan kepada seluruh pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan agar mengambil langkah nyata untuk menjamin keselamatan masyarakat dan mengakhiri seluruh bentuk kekerasan.
Usai menyampaikan seruan untuk Haiti, Paus Leo mengarahkan perhatian pada bencana banjir dahsyat yang melanda Nepal dan Tibet. Ia mengajak umat mendoakan para korban meninggal dunia, mereka yang terluka dan masih hilang, keluarga korban, serta para petugas penyelamat yang terus bekerja di tengah situasi darurat.
“Semoga kepedulian dan komitmen semua pihak membantu meringankan penderitaan serta menghadirkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Kepedulian Vatikan terhadap korban bencana tersebut juga diwujudkan melalui bantuan konkret. Vatikan mengumumkan bahwa Paus Leo XIV, melalui Dikasteri untuk Pelayanan Kasih, telah mengirimkan bantuan finansial kepada Caritas Nepal untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak masyarakat yang terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan melalui koordinasi dengan Nunsiatur Apostolik Nepal dan mendukung operasi tanggap darurat Caritas Nepal yang berada di bawah naungan Vikariat Apostolik. Sejak jam-jam pertama bencana, bantuan telah diarahkan untuk menyediakan makanan, kebutuhan dasar, dan tempat berlindung bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Operasi penyelamatan dan bantuan kemanusiaan masih berlangsung seiring meningkatnya jumlah korban. Lebih dari 700 orang dilaporkan meninggal di wilayah Nepal dan Tibet, sementara sedikitnya 3.000 orang masih dinyatakan hilang.
Dalam telegram yang dikirim Kamis dan ditandatangani Kardinal Sekretaris Negara Pietro Parolin, Paus Leo menyampaikan duka mendalam atas hilangnya nyawa dan kerusakan yang terjadi. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya serta mendoakan para petugas yang terlibat dalam pencarian dan penyelamatan.
Seruan Menjadi Pembawa Damai
Dalam kesempatan yang sama, Paus Leo XIV kembali mengajak umat untuk tidak berhenti berdoa bagi perdamaian dunia. Ia mengutip gambaran Santo Agustinus tentang perdamaian yang diibaratkan seperti roti mukjizat yang terus bertambah ketika dipecah dan dibagikan para murid.
Paus berharap semakin banyak orang berani “memecah dan membagikan roti perdamaian” dengan mengatasi perpecahan, memperjuangkan keadilan, dan mempraktikkan pengampunan demi kebaikan bersama.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa perdamaian, menurut Paus Leo, tidak cukup hanya didoakan. Perdamaian harus diwujudkan melalui keberanian mengatasi konflik, membangun keadilan, dan membuka ruang pengampunan.
Ajak Rawat Ciptaan
Menutup pesannya, Paus Leo XIV mengingatkan umat bahwa Gereja akan memperingati Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan pada 1 September sekaligus membuka Season of Creation atau Masa Penciptaan.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Living Water” atau “Air yang Hidup”. Paus mengajak umat Kristen dari berbagai denominasi untuk menjadikan kepedulian terhadap bumi sebagai bagian dari pertobatan hati.
Menurut Paus, apa yang selama ini digunakan untuk menghasilkan kehancuran harus diarahkan kembali menjadi kekuatan yang mendukung kehidupan.
“Saya mengundang semua orang untuk bergabung dalam doa dan tindakan, agar kita menjadi saluran air kehidupan dari damai Allah yang menyegarkan dunia kita yang terluka,” pesan Paus Leo XIV.

Komentar