Gudang Jebol, Beras BULOG Tak Dijarah: Warga NTT Dipuji
ASKARA – Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya merusak sejumlah infrastruktur, tetapi juga berdampak pada gudang penyimpanan beras milik Perum Bulog. Meski dinding sejumlah gudang jebol dan bagian bangunan mengalami kerusakan, stok beras dilaporkan tetap aman dan tidak terjadi penjarahan.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan sekitar 12 gudang Bulog mengalami kerusakan, terutama pada bagian dinding dan pintu. Kerusakan paling banyak terjadi di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Namun, struktur utama gudang secara umum masih dalam kondisi baik.
“Ruteng ini ada gudang-gudang kami yang mengalami kerusakan cukup sedang, strukturnya tidak rusak. Yang rusak hanya dindingnya,” ujar Ahmad di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Untuk mencegah beras rusak akibat kondisi gudang, Bulog memindahkan sebagian stok ke tenda milik BNPB dan TNI. Beras juga ditempatkan di atas palet agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah dan terlindung dari air.
Bulog memiliki 46 gudang di NTT dengan total kapasitas sekitar 50.400 ton. Stok beras di wilayah terdampak juga akan diprioritaskan untuk segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, kerusakan jalan dan longsor di sejumlah wilayah seperti Manggarai dan Ende menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi.
Kabar mengenai gudang Bulog yang mengalami kerusakan tetapi tidak terjadi penjarahan mendapat perhatian warganet. Sejumlah pengguna media sosial menilai sikap masyarakat NTT patut diapresiasi karena tetap menjaga ketertiban meski berada dalam situasi bencana dan keterbatasan.
“Saya akui NTT masyarakatnya sopan dan beradab, kriminal pun hampir enggak ada di sana. Saya yang asli Jawa Timur pernah merantau dapat sambutan baik,” tulis akun Luluk.
Komentar senada disampaikan akun HEALING, yang menilai masyarakat NTT menunjukkan keteguhan dalam menghadapi bencana. “Warga NTT benar-benar beriman, mereka tidak panik dengan keadaan bencana yang menimpa mereka. Mereka seakan-akan menerima dengan ikhlas, terbukti iman mereka terjaga, tidak takut kelaparan dan tidak mau mengambil beras Bulog,” tulisnya.
Sementara akun Arsyad Algifari membagikan pengalamannya ketika pernah tinggal di NTT. “Memang di sana orang-orang ramah, bicaranya sopan dan selalu saling menghargai. Anak-anaknya pintar, cerdas-cerdas.”
Apresiasi juga datang dari akun PT.77Travel. “Itulah NTT, kami bangga sama kalian. Pernah tinggal di sana walau tidak lama. Nyata, orang-orang sana sangat toleransi, ramah. Salam dari Padang saudara-saudaraku. Semoga warga NTT yang lagi mendapat musibah selalu kuat, tabah dan dalam lindungan Allah SWT,” tulisnya.
Berbagai komentar tersebut menunjukkan bahwa di tengah situasi sulit, perilaku masyarakat menjadi perhatian publik. Bagi Bulog, keamanan stok beras tetap menjadi prioritas agar cadangan pangan dapat segera dimanfaatkan untuk membantu warga terdampak bencana.
Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa bencana boleh merusak bangunan, tetapi solidaritas dan kepedulian masyarakat tidak boleh ikut runtuh. Sikap warga yang tetap menjaga keamanan stok pangan di tengah kondisi darurat menjadi sisi kemanusiaan yang mendapat apresiasi luas dari warganet.

Komentar