Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:36
NEWS

GEMPA NTT

Komisi IX DPR Desak Pemerintah Secepatnya Pulihkan Faskes

Komisi IX DPR Desak Pemerintah Secepatnya Pulihkan Faskes
Faskes banyak yang rusak akibat gempa, pasien dirawat ditenda darurat. (Dok)

ASKARA-Komisi IX DPR RI menyoroti kerusakan masif pada fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini. Parlemen mendesak percepatan penanganan darurat dan pemulihan fasilitas kesehatan (Faskes) agar pelayanan medis bagi korban bencana dapat kembali optimal.

Pasalnya, dari total 190 puskesmas di Pulau Flores, sebanyak 68 unit dilaporkan mengalami kerusakan dan 19 di antaranya belum dapat beroperasi melayani masyarakat.

“Di Kabupaten Manggarai, RSUD Ruteng mengalami kerusakan serius sehingga sebagian pelayanan harus dilakukan di luar bangunan rumah sakit. Sementara RS Pratama Reo mengalami kerusakan sangat berat hingga pelayanan dialihkan ke fasilitas sementara,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik di Ruteng, baru-baru ini .

Legislator PDI Perjuangan ini menegaskan, pihak DPR memetakan kebutuhan mendesak mulai dari kecukupan obat-obatan, alat medis, tenaga kesehatan, hingga rencana rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur fisik.

Selain itu, optimalisasi RS rujukan di wilayah sekitar—seperti RSUD Borong, RSUD Bajawa, RSUD Nagekeo, RSUD Ende, dan RSUD TC Hillers Sikka—harus ditingkatkan untuk menampung limpahan pasien.

Charles mengatakan piihaknya ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi korban, operasional fasilitas kesehatan, sistem rujukan, pelayanan JKN.

"Dengan demikian keamanan pangan dan gizi pengungsi,” tambah Charles sembari menyampaikan apresiasi atas sinergi Pemda, TNI, Polri, nakes, dan relawan di lapangan.

Gempa bumi tektonik yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026 lalu telah menimbulkan dampak serius. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 21 Agustus 2026 mencatat korban jiwa mencapai 83 orang meninggal dunia, 986 luka-luka, dan 110.785 jiwa mengungsi.

Gempa ini juga merusak sedikitnya 44.946 rumah warga di delapan kabupaten, dengan dampak terparah berada di Kabupaten Manggarai Timur.(dry).

Komentar