Kualitas Udara Musi 2 Palembang Berbahaya, PM2.5 Capai 297,1
ASKARA - Kualitas udara di kawasan Musi 2, Palembang, Sumatera Selatan, memburuk drastis pada Minggu (23/8/2026) malam. Data pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 mencapai 297,1 µg/m³ pada pukul 19.00 WIB, sehingga masuk kategori Berbahaya.
Lonjakan tersebut menjadi perhatian karena terjadi setelah kualitas udara sempat membaik pada pagi hingga siang hari. Berdasarkan riwayat pemantauan harian, konsentrasi PM2.5 berada pada kategori Tidak Sehat hingga Sedang sepanjang sekitar pukul 06.00–12.00 WIB, dengan kondisi terendah tercatat pada sekitar pukul 11.00–12.00 WIB.
Memasuki sore hari, kondisi berbalik memburuk. Konsentrasi partikulat kembali meningkat tajam sejak sekitar pukul 14.00 WIB dan bergerak ke kategori Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya. Puncaknya terjadi pada pukul 19.00 WIB ketika PM2.5 mencapai 297,1 µg/m³.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Karena ukurannya yang sangat halus, partikel tersebut dapat terhirup hingga masuk jauh ke dalam sistem pernapasan dan mencapai paru-paru.
Kondisi udara seperti ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok rentan. Anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada level berbahaya.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan pelindung pernapasan dengan filtrasi tinggi, seperti masker N95 atau respirator yang sesuai. Langkah sederhana tersebut penting untuk mengurangi paparan partikel halus dari udara.
Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan mengurangi masuknya udara luar yang tercemar. Ventilasi dapat ditutup sementara ketika kualitas udara di luar sangat buruk, sementara penggunaan air purifier dengan penyaring partikulat dapat dipertimbangkan jika tersedia.
Lonjakan PM2.5 di Musi 2 menjadi pengingat bahwa kualitas udara dapat berubah cepat dalam hitungan jam. Masyarakat Palembang diharapkan terus memantau informasi kualitas udara dan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari ketika konsentrasi partikulat sedang tinggi.

Komentar