Kamis, 23 Juli 2026 | 13:37
COMMUNITY

AKSARA Teguhkan Komitmen “Menjadi yang Terbaik dan Memberi yang Terbaik” dalam Raker 2026

AKSARA Teguhkan Komitmen “Menjadi yang Terbaik dan Memberi yang Terbaik” dalam Raker 2026
Peserta Raker AKSARA 2026 foto bersama (dok.aksara)

“Di mana pun engkau berada, jadilah yang terbaik dan berikan yang terbaik dari yang bisa kau berikan.” — B. J. Habibie

ASKARA - AKSARA (Aksi Solidaritas Anak Remaja) menggelar Rapat Kerja (Raker) AKSARA 2026 pada Minggu, 4 Januari 2026 sebagai momentum konsolidasi dan penguatan arah gerak organisasi. Raker ini mengusung tema “Menjadi yang Terbaik dan Memberi yang Terbaik”, yang menjadi landasan nilai dalam setiap program dan aktivitas AKSARA.

AKSARA lahir dari keresahan bersama terhadap kebiasaan anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) di lingkungan sekitar yang, terutama pada masa libur sekolah dan pembelajaran daring, lebih sering menghabiskan waktu dengan gadget, baik untuk game online maupun offline. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya interaksi sosial, aktivitas fisik, dan kegiatan edukatif. Dari situ muncul kesadaran untuk menghadirkan wadah kegiatan positif yang membangun karakter dan mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.

Sebagai langkah nyata, beberapa remaja diajak terlibat aktif untuk mengoordinir kegiatan. Dari proses tersebut, terpanggil 18 remaja yang peduli dan siap terjun langsung dalam kegiatan sosial. Dengan semangat kebersamaan dan solidaritas, wadah ini diberi nama AKSARA (Aksi Solidaritas Anak Remaja).

Dalam pelaksanaannya, AKSARA mendapat dukungan dari berbagai pihak. Widi Germanto selaku Penasehat AKSARA sekaligus Ketua RT, Bripka Franda Bagus sebagai Tokoh Masyarakat, serta M. Hasyim sebagai Pembina AKSARA, bersama jajaran Pengurus RT—Firdaus Sikumbang, Iqbal Taufik Firdaus, Marjuni, M. Iwan, Slamet S. W., Seno Prasetyo, dan Didik Karyadi—turut menguatkan keberlanjutan kegiatan.

Raker AKSARA 2026 juga dihadiri oleh Mang Ayi Tea dan Mpok Hani, yang memberikan sharing motivasi bagi para penggerak AKSARA. Dalam sesi tersebut, keduanya menekankan pentingnya konsistensi memberi manfaat dari peran masing-masing, serta menegaskan pesan motivatif:

“Kita tidak harus selalu mengerjakan apa yang kita senangi, tetapi belajarlah untuk menyenangi apa yang memang semestinya dikerjakan. Di situlah tanggung jawab, kedewasaan, dan nilai pengabdian dibentuk.”

Selain itu, peserta diajak menanamkan kembali budaya mengucapkan “permisi”—nilai kesopanan khas Indonesia yang dinilai mulai tergerus—sebagai fondasi etika sosial, penghormatan ruang bersama, dan empati. Pesan ini menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dijaga bersama.

Selain konsolidasi program, AKSARA juga menanamkan nilai melalui materi pembinaan karakter bagi anak-anak dan remaja, khususnya mulai tingkat SMP. Materi ini menekankan pentingnya kerja sama, kepedulian, dan gotong royong sebagai sikap yang berlawanan dengan individualisme. Nilai-nilai tersebut diperkuat melalui Mars AKSARA, Sandi AKSARA, dan Janji AKSARA sebagai pedoman sikap dan komitmen bersama.

Melalui Raker AKSARA 2026, AKSARA meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan ruang yang aman, edukatif, dan bermakna bagi anak-anak dan remaja. Dengan semangat menjadi yang terbaik dan memberi yang terbaik, AKSARA berupaya tumbuh sebagai gerakan lingkungan yang peduli, berkelanjutan, dan berdampak nyata.

Komentar