Minggu, 06 September 2026 | 23:18
COMMUNITY

55 Kali Bertemu, Suku Piliang Jabotabek Buktikan Rantau Tak Putus Adat

55 Kali Bertemu, Suku Piliang Jabotabek Buktikan Rantau Tak Putus Adat
Arisan Suku Piliang Jabotabek (foto.hans)

ASKARA – Kekompakan perantau Minangkabau dari Suku Piliang di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek) kembali terbukti. Arisan Piliang ke-55 sukses digelar dengan khidmat dan penuh kehangatan keluarga, Minggu (6/9/2026) di Perumahan Puri Megah, Cipondoh, Tangerang.

Puluhan keluarga besar Suku Piliang yang berasal dari Nagari Maninjau, Tanjung Raya, dan Lubuk Basung, Sumatera Barat, tumpah ruah dalam pertemuan rutin bulanan tersebut. Arisan yang telah berdiri sejak 1971 ini konsisten menjadi rumah kedua bagi perantau untuk menjaga nilai adat nan badiri di atas soko adat.

Ketua Pelaksana Arisan Piliang ke-55, Dedi, menegaskan arisan ini jauh melampaui sekadar kumpul dan undi.

"Alhamdulillah Arisan Piliang ke-55 berjalan lancar. Ini bukan sekadar kumpul-kumpul dan undi arisan. Yang paling penting adalah silaturahim. Lewat pertemuan ini anak cucu kita mengenal sesama Piliang, saling tolong menolong, dan menjaga marwah suku kita di rantau," ujar Dedi.

Acara yang dipandu Cikgu Gautami Putri ini diawali dengan pembukaan, tausiyah singkat, laporan keuangan bendahara, pengundian arisan, dan ditutup dengan makan bersama dengan menu khas Minang yang menggugah selera.

Tak hanya silaturahim, pertemuan ke-55 ini juga menghasilkan tiga kesepakatan penting untuk masa depan suku:

1. Penguatan Dana Sosial: Dana sosial suku akan difokuskan untuk membantu anggota yang tertimpa musibah, sakit, hingga beasiswa bagi anak berprestasi.
2. Pendataan Generasi Muda: Dibentuk tim khusus untuk mendata dan mengaktifkan kembali peran anak muda Piliang di Jabotabek dalam kegiatan kesukuan.
3. Rencana Halal Bihalal Akbar: Menggagas pertemuan akbar Suku Piliang se-Jabotabek pada awal 2027.

Semangat kebersamaan ini mendapat apresiasi dari Penasehat Suku Piliang Jabotabek, Ismet Abra.
"Kunci kita kuat di rantau adalah barayiang. Jangan sampai karena sibuk kerja, anak cucu kita lupa siapa kaumnya. Arisan ini benteng kita," tegas Ismet.

Dengan filosofi Bulek kato dek mupakat, Bulek aie dek pambuluah, keluarga besar Suku Piliang Jabotabek berkomitmen terus menjadikan arisan sebagai perekat.

Arisan ke-56 rencananya akan digelar bulan depan di kediaman Linda di Cibubur. Awetnya arisan yang telah berjalan 55 kali ini menjadi bukti kecintaan cucu-cucu Anduang Tangguak (leluhur) dalam melestarikan kerukunan Suku Piliang di tanah rantau.

Komentar