Senin, 07 September 2026 | 00:12
COMMUNITY

PMKRI Bergerak, Bantuan Menjangkau Pengungsi Desa Perak

PMKRI Bergerak, Bantuan Menjangkau Pengungsi Desa Perak
Satuan Tugas Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia menyalurkan bantuan bagi masyarakat Desa Perak, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. (Dok PMKRI)

ASKARA - Di tengah keterbatasan yang masih dirasakan warga terdampak gempa di Flores, solidaritas kemanusiaan kembali bergerak. Satuan Tugas (Satgas) Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menyalurkan bantuan bagi masyarakat Desa Perak, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Desa Perak untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Langkah ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan PMKRI terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan pascabencana.

Gerakan tersebut merupakan hasil kolaborasi Satgas PP PMKRI dengan rekan-rekan Regio Maluku yang mempercayakan donasi untuk disalurkan kepada warga terdampak melalui jaringan Satgas PP PMKRI. Gerakan kemanusiaan ini diinisiasi Mandataris Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA), Formatur Tunggal sekaligus Ketua Presidium PP PMKRI, Christian Alesandro Delviero Rettob atau Delvis Rettob.

Delvis yang terpilih dalam Sidang MPA XXXIII PP PMKRI di Ruteng pada 28 Juli 2026, mendorong agar respons terhadap persoalan kebencanaan menjadi bagian dari kerja organisasi. Satgas PP PMKRI ke depan akan mengembangkan program khusus yang menangani kebencanaan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Kondisi warga Desa Perak menjadi salah satu perhatian dalam penyaluran bantuan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima tim, kebutuhan warga di sejumlah titik pengungsian masih cukup besar. Bahkan, terdapat posko yang disebut menampung hingga 70 orang dengan dukungan logistik yang terbatas.

Satgas PP PMKRI kemudian menggalang kekuatan bersama relawan dan kader dari berbagai cabang PMKRI di Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan sekaligus memperkuat respons organisasi terhadap masyarakat yang berada dalam situasi darurat.

Koordinator Satgas Nasional PP PMKRI, Febrian Muda, mengatakan penanganan pascabencana membutuhkan gerakan cepat, terkoordinasi, dan berkesinambungan. Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat terdampak tidak boleh berhenti ketika situasi darurat mulai mereda.

“Kami dorong percepatan di semua sektor penanganan. Semoga gerakan kemanusiaan ini tidak berhenti di sini, tetapi berkelanjutan hingga masa pemulihan masyarakat,” ujar Febrian di sela-sela koordinasi tim.»

Ia mengajak kader, relawan, dan masyarakat untuk terus membangun solidaritas serta memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di wilayah yang sulit dijangkau.

Satgas PP PMKRI juga menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara transparan dan tepat sasaran. Selain membantu kebutuhan warga saat ini, gerakan tersebut diharapkan menjadi awal bagi terbentuknya sistem kerja kebencanaan PMKRI yang dapat bergerak lebih cepat ketika bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Bagi PMKRI, bantuan tersebut bukan sekadar penyaluran logistik. Di tengah kondisi sulit pascabencana, kehadiran relawan menjadi pesan bahwa masyarakat yang terdampak tidak berjalan sendirian. Solidaritas, ketika diwujudkan dalam tindakan, dapat menjadi bagian penting dari proses pemulihan.

 

Komentar