Datang Karena Anak, Pulang Membawa Berkat
ASKARA - Tidak semua pengalaman istimewa diawali dengan sebuah rencana besar. Bagi Taufan Dwikuncoro, Minggu (6/9/2026) pagi bermula dari ajakan sederhana sang anak: datang mengikuti misa di Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta.
Taufan pun datang tanpa banyak bertanya. Ia hanya ingin mengikuti misa bersama anaknya. Namun pagi itu ternyata menyimpan kejutan kecil yang tidak diketahuinya sejak awal.
Misa pagi di The Chapel of the Twelve Apostles, kapel Kedutaan Besar Vatikan, dipimpin langsung oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia sekaligus Nunsius Apostolik, Mgr. Walter Erbì.
“Aku tadi diajak anakku misa di Kedutaan Vatikan. Enggak tahu kalau yang pimpin misa Ambassador,” ujar Taufan, sambil menceritakan pengalamannya.
Bagi Taufan, yang menarik justru kesederhanaan peristiwa itu. Ia datang bukan karena mengetahui siapa yang akan memimpin misa, apalagi karena sebuah agenda resmi. Ia datang karena ajakan anaknya.
Namun dari sebuah ajakan sederhana itu, ia mendapat kesempatan mengikuti perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Nunsius Apostolik yang mewakili Takhta Suci di Indonesia.
Mgr. Walter Erbì sendiri ditunjuk Paus Leo XIV pada Juli 2026 sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia. Penunjukan tersebut menempatkannya sebagai wakil diplomatik Takhta Suci sekaligus bagian penting dalam hubungan antara Vatikan dan Gereja Katolik di Indonesia.
Minggu pagi itu, suasana diplomatik seakan melebur dalam kesederhanaan sebuah perayaan iman. Di dalam kapel, umat hadir sebagai satu komunitas untuk mengikuti misa, berdoa dan merayakan Ekaristi.
Kehadiran Mgr. Walter Erbì sebagai pemimpin misa juga memperlihatkan sisi lain seorang Nunsius Apostolik. Di balik tugas diplomatik dan tanggung jawabnya sebagai representasi Takhta Suci, ia hadir di tengah umat dalam suasana doa yang sederhana dan dekat.
Bagi Taufan, pengalaman itu mungkin akan menjadi salah satu kenangan yang melekat. Bukan karena ia sejak awal mencari sebuah pengalaman khusus, melainkan karena sebuah ajakan anak telah membawanya pada perjumpaan yang tidak ia duga.
Kadang, momen yang paling berkesan memang datang tanpa direncanakan.
Pagi itu, Taufan datang karena anaknya. Ia pulang membawa cerita, pernah mengikuti misa di Kedutaan Vatikan yang dipimpin langsung sang Nunsius.

Komentar