Rabu, 08 Juli 2026 | 09:32
NEWS

Raker FORPIMPAS 2026, Prof. Rokhmin Dahuri: Kunci Indonesia Emas 2045 Ada di Kolaborasi Pentahileks dan SDM Unggul

Raker FORPIMPAS 2026, Prof. Rokhmin Dahuri: Kunci Indonesia Emas 2045 Ada di Kolaborasi Pentahileks dan SDM Unggul
Prof. Rokhmin Dahuri (kanan) (sc tvri)

ASKARA – Indonesia punya modal besar untuk tumbuh 10% per tahun. Tapi mengapa dalam 10 tahun terakhir ekonomi kita “mentok” di angka 5%? 

Jawaban tajam itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., saat menjadi pembicara utama Seminar Nasional dalam Rapat Kerja Forum Pimpinan Pascasarjana Indonesia (FORPIMPAS) 2026, Senin 6 Juli 2026.

Mengusung tema “Kolaborasi Pentahileks untuk Pembangunan Blue Economy”, Guru Besar IPB itu menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan soal seberapa kaya sumber daya alam kita, tapi seberapa unggul kualitas SDM dan ekosistem inovasinya.

3 Poin Kunci 

1. Kampus Jangan Jalan Sendiri  
Prof. Rokhmin mendesak perguruan tinggi keluar dari “menara gading”. Riset dan inovasi kampus harus nyambung dengan kebutuhan pemerintah, industri, masyarakat, dan media. “Tanpa kolaborasi pentahileks, hasil riset hanya jadi laporan di rak,” tegasnya.

2. Bongkar Akar Masalah Daya Saing  
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu berani menyentil persoalan klasik: keterbatasan dana riset, sarana-prasarana yang tertinggal, hingga kesejahteraan dosen yang belum ideal. “Kalau dosennya tidak sejahtera, bagaimana mau cetak SDM unggul?” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

3. Ekonomi Biru = Mesin Pertumbuhan Baru  
Laut Indonesia adalah masa depan. Prof. Rokhmin mendorong percepatan blue economy — ekonomi berbasis kelautan berkelanjutan — lewat sinergi 5 unsur: pemerintah, kampus, dunia usaha, komunitas, dan media. Mulai dari bioteknologi laut, perikanan budidaya modern, energi laut, hingga wisata bahari.

Target 10% Bukan Mimpi  

Menurut Prof. Rokhmin, dengan SDM unggul, penguasaan iptek, dan inovasi yang menjawab pasar, Indonesia sangat mampu lompat dari 5% ke 10% pertumbuhan. Syaratnya: semua unsur bangsa bergerak bersama membangun ekosistem inovasi.

Gagasan ini diharapkan jadi rekomendasi kebijakan nyata dari FORPIMPAS 2026 untuk pemerintah. Tujuannya satu: pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan menyejahterakan rakyat.

“Indonesia Emas 2045 akan ditentukan oleh otak, bukan otot. Oleh inovasi, bukan eksploitasi,” tutup Prof. Rokhmin.

Rapat Kerja FORPIMPAS 2026 di Banjarmasin ini dihadiri ratusan pimpinan pascasarjana se-Indonesia dan disiarkan langsung TVRI Kalimantan Selatan.

Komentar