Rabu, 01 Juli 2026 | 21:19
MILITER

Progres Jembatan Printis Garuda Linge Capai 53 Persen, Pulihkan Akses Warga Pascabencana

Progres Jembatan Printis Garuda Linge Capai 53 Persen, Pulihkan Akses Warga Pascabencana
Komandan Koramil 05/Linge, Lettu Inf. Mukhlis dan progres pengerjaan Jembatan Printis Garuda Linge yang dikerjakan TNI AD bersama masyarakat kini telah mencapai progres 53 persen. (Dok Askara)

ASKARA - Harapan masyarakat Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, untuk kembali menikmati akses transportasi yang layak semakin mendekati kenyataan. Pembangunan Jembatan Printis Garuda Linge yang dikerjakan TNI AD bersama masyarakat kini telah mencapai progres 53 persen.

Jembatan gantung tersebut dibangun sebagai bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana. Kehadirannya diharapkan mampu menghubungkan kembali wilayah yang sempat terisolasi sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Komandan Koramil 05/Linge, Lettu Inf. Mukhlis, menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Jembatan ini bukan sekadar besi dan tali. Ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat pascabencana. TNI AD hadir untuk memastikan tidak ada kampung yang tertinggal," ujar Mukhlis, Rabu (1/7/2026).

Apresiasi juga datang dari Raja Linge, Juhursyah, yang mewakili Masyarakat Adat Gayo. Menurutnya, pembangunan Jembatan Printis Garuda Linge menjadi simbol bangkitnya kembali kehidupan masyarakat setelah akses mereka sempat terputus akibat bencana.

"Akses yang dulu terputus kini berangsur pulih dan kembali menyatukan aktivitas warga dari hulu hingga hilir. Ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir melalui TNI," katanya.

Pembangunan Jembatan Printis Garuda Linge diharapkan segera rampung sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman, mudah, dan produktif. Kehadiran jembatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mempercepat pemulihan kawasan sekaligus memperkuat konektivitas di Dataran Tinggi Gayo.

 

Komentar