Rabu, 01 Juli 2026 | 12:15
MILITER

Dari Taifib ke Denjaka, Kolonel Dhegratmen Siap Jaga Kehormatan Bangsa

Dari Taifib ke Denjaka, Kolonel Dhegratmen Siap Jaga Kehormatan Bangsa
Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi lakukan salam komando bersama Komandan Denjaka Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara (Dok Dispen Kormar)

ASKARA - Laut adalah halaman depan Indonesia. Di hamparan samudra yang membentang dari Sabang hingga Merauke, kedaulatan bangsa dijaga oleh prajurit-prajurit terbaik yang selalu siap menghadapi setiap ancaman. Kini, salah satu putra terbaik Korps Marinir mendapat amanah besar untuk memimpin pasukan elite TNI Angkatan Laut.

Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara resmi dipercaya memimpin Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), satuan operasi khusus TNI AL yang dikenal sebagai pasukan dengan kemampuan antiteror maritim, pembebasan sandera, sabotase bawah air, hingga operasi khusus berisiko tinggi.

Kepercayaan itu bukan datang dalam semalam. Amanah tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang seorang prajurit yang selama lebih dari dua dekade mengabdikan hidupnya bagi Merah Putih.

Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-45 Tahun 1999 itu ditempa melalui berbagai pendidikan militer bergengsi, mulai dari Dikpa Taifib, pendidikan kontraintelijen, Seskoal, Dikopsgab TNI, hingga Pendidikan Reguler Sesko TNI. Ia juga memperluas wawasan strategis melalui pendidikan magister di Universitas Pertahanan serta mengikuti pelatihan internasional di Korea Selatan.

Namun, bagi seorang prajurit, kehormatan sejati bukanlah deretan sertifikat pendidikan, melainkan pengalaman memimpin anak buah di medan tugas.

Karier Dhegratmen dimulai sebagai Komandan Peleton di Batalyon Intai Amfibi (Taifib), satuan yang dikenal melahirkan prajurit-prajurit tangguh Korps Marinir. Dari sanalah mental baja, disiplin tinggi, dan keberanian menghadapi berbagai tantangan ditempa.

Kemampuan tersebut membawanya bergabung dengan Denjaka, pasukan yang menjadi simbol profesionalisme dan ketangguhan TNI Angkatan Laut. Di satuan elite itu, ia menapaki setiap jenjang kepemimpinan, mulai dari Komandan Unit Tim Alpha, Komandan Tim Charlie, Komandan Tim Alpha, Komandan Tim Teknik, Kepala Seksi Perencanaan Operasi, hingga Perwira Operasi Denjaka.

Pengalamannya tidak berhenti di sana. Ia juga dipercaya memimpin Batalyon Infanteri 7 Marinir, bertugas di Paspampres, menjadi Asisten Intelijen Pasmar 3, Asisten Intelijen Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI, hingga menduduki sejumlah jabatan strategis di Kodiklat TNI.

Kini, estafet kepemimpinan membawa Dhegratmen kembali ke rumah besarnya, Denjaka. Sebagai Pelaksana Tugas (PGS) Komandan Denjaka TNI AL, ia memikul tanggung jawab besar memimpin prajurit-prajurit pilihan yang setiap saat siap diterjunkan demi menjaga kehormatan bangsa.

Denjaka bukan sekadar satuan tempur. Ia adalah representasi tekad Indonesia untuk menjaga kedaulatan laut, melindungi jalur pelayaran, mengamankan kepentingan nasional, dan memastikan tidak ada ancaman yang mengganggu wilayah yurisdiksi Indonesia.

Di tengah dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks, kehadiran pasukan elite yang profesional, adaptif, dan berdaya gentar menjadi salah satu pilar penting pertahanan negara.

Pengangkatan Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara menjadi pemimpin Denjaka menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan TNI Angkatan Laut dalam menyiapkan prajurit-prajurit terbaik menghadapi tantangan masa depan.

Dengan bekal pengalaman operasi, kemampuan intelijen, kepemimpinan lapangan, dan visi strategis yang matang, ia diharapkan mampu membawa Denjaka semakin profesional, modern, dan selalu siap menjalankan setiap penugasan negara.

Di balik seragam loreng dan baret ungu yang dikenakannya, tersimpan sumpah seorang prajurit: setia kepada bangsa dan negara, menjaga setiap jengkal laut Nusantara, serta mengabdi tanpa pamrih demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebab bagi prajurit Marinir, pengabdian bukan sekadar profesi. Pengabdian adalah kehormatan. Dan kehormatan itu akan terus dijaga, selama Merah Putih masih berkibar di atas bumi dan lautan Indonesia.

 

Komentar