Jejak Amarah yang Membara
ASKARA - Tanjung Priok, Jakarta Sabtu, 30 Agustus 2025, pukul 14.55 WIB. Suasana di Jalan Mambo, Tanjung Priok, semula tenang. Namun, lima menit kemudian, ketenangan itu pecah. Sejumlah warga mendengar teriakan dan langkah kaki berderap mendekat. Puluhan orang, sebagian besar pemuda, berkumpul di ujung gang, mengacungkan ponsel sambil berteriak, “Live! Live! Gas rumahnya!”
15.00 WIB – Massa Memadati Gang
Sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan orang mulai masuk ke gang sempit menuju rumah Ahmad Sahroni. Mereka datang bergerombol, sebagian mengenakan masker, sebagian menutup wajah dengan kaus. Ada yang membawa kayu, ada yang menenteng botol air mineral kelak jadi alat pemecah kaca.
Aparat kepolisian dan beberapa personel TNI sudah bersiaga. Namun, jumlah mereka hanya belasan orang. Mereka berusaha membentuk barikade di mulut gang, tetapi teriakan massa semakin keras. “Mundur! Jangan halangi kami!”
15.12 WIB – Barikade Jebol
Ketegangan memuncak saat seorang pemuda mendorong petugas hingga terjatuh. Barikade pun jebol. Ratusan orang berhamburan mendekati pagar rumah Sahroni. Dari kejauhan, warga merekam momen itu, terdengar suara histeris dan gema teriakan.
15.20 WIB – Pagar Roboh, Mobil Dirusak
Suara dentuman keras terdengar ketika pagar besi roboh. Mobil mewah yang terparkir di halaman menjadi sasaran pertama. Kaca spion dihantam kayu, bodi mobil dipukul hingga penyok. Salah satunya adalah mobil Lexus milik Sahroni yang mengalami kerusakan serius. Di sisi lain, sejumlah orang memanjat dinding untuk masuk ke teras.
15.30 WIB – Siaran Langsung TikTok
Di tengah kekacauan, beberapa akun TikTok menyiarkan peristiwa ini secara langsung. Tayangan tersebut memperlihatkan wajah-wajah pelaku yang tertawa, mengangkat barang rampasan seperti kursi, kulkas, pakaian, hingga perabot rumah tangga. Komentar warganet mengalir deras: ada yang mengecam, ada yang justru memprovokasi untuk mengambil lebih banyak barang.
Menurut laporan media, salah satu barang yang ikut dijarah adalah koleksi mainan Bearbrick milik Sahroni yang ditaksir senilai Rp131 juta.
16.00 WIB – Rumah Porak-poranda
Menjelang pukul 16.00 WIB, rumah Sahroni sudah porak-poranda. Lemari pakaian dijungkirkan, kulkas diangkut oleh tiga orang, televisi layar datar hilang, bahkan perabot kayu ikut raib. Seorang saksi mata menyebut, “Mereka masuk sampai ke kamar-kamar. Semua diacak-acak.”
Hingga malam tiba, kepolisian baru berhasil mengendalikan situasi dengan bantuan tambahan pasukan. Namun, saat itu, kerugian sudah tak terhitung.
Latar Belakang: Api dari Sebuah Pernyataan
Peristiwa ini diduga dipicu oleh pernyataan kontroversial Ahmad Sahroni yang viral beberapa hari sebelumnya. Meski pihak Sahroni belum memberikan klarifikasi resmi, amarah publik meluas, terutama di media sosial. Tagar #TurunkanSahroni sempat trending di X (Twitter).
Komentar Ahli Hukum: “Ini Bukan Aksi Spontan”
Pakar hukum pidana, Prof. Herman Wijaya, menilai peristiwa ini mengarah pada tindak pidana terorganisir.
“Jika kita melihat ada siaran langsung, koordinasi melalui media sosial, dan penjarahan secara sistematis, ini bukan aksi spontan. Ini bisa dikategorikan perusakan, pencurian dengan pemberatan, bahkan penghasutan,” ujar Herman.
Ia menegaskan bahwa aparat harus segera menelusuri dalang di balik aksi tersebut.
Respons Politikus: “Demokrasi Bukan Anarki”
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengecam keras peristiwa ini.
“Kita boleh berbeda pendapat, tapi tidak bisa membenarkan anarki. Penegakan hukum harus berjalan,” kata Puan dalam konferensi pers singkat.
Sementara itu, beberapa rekan politik Sahroni mendesak agar ia segera memberikan pernyataan resmi untuk meredam situasi.
Suara Warga: “Kami Takut Rumah Ikut Jadi Sasaran”
Di balik kerusuhan itu, warga sekitar mengaku ketakutan. “Kami kunci pintu rapat-rapat. Takut kalau mereka berbalik ke rumah kami,” kata Ani, 38 tahun, warga sekitar lokasi.
Polisi Janji Usut Tuntas
Kapolres Jakarta Utara, Kombes Yulianto, memastikan pihaknya telah mengamankan 23 orang terduga pelaku.
“Kami akan jerat mereka dengan pasal berlapis. Tidak ada toleransi,” tegasnya.
Selain itu, kepolisian juga memburu pelaku lain yang terekam di siaran langsung TikTok. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar