Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:34
NEWS

Candaan Ahmad Sahroni kepada Gubernur Maluku Utara Tuai Sorotan Warganet

Candaan Ahmad Sahroni kepada Gubernur Maluku Utara Tuai Sorotan Warganet
Anggota DPR-RI Ahmad Sahroni dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (Dok Tangkapan Layar

ASKARA - Pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Maluku Utara menjadi perbincangan luas di media sosial. Video yang memperlihatkan Sahroni menyampaikan sambutan di hadapan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, beredar di berbagai platform dan memicu beragam tanggapan dari warganet.

Dalam video yang viral, Sahroni memuji penampilan Sherly Tjoanda sebelum melontarkan kalimat yang kemudian menuai sorotan.

> "Kami kunjungan kerja sekaligus mengunjungi Gubernur Maluku, tante cantik ini yang siap menerima kunjungan dari para laki-laki yang ada di Republik ini. Dan kami tunggu Anda di Bella Hotel Ternate," ujar Sahroni disertai tawa.

Sejumlah pengguna media sosial menilai candaan tersebut tidak tepat disampaikan kepada seorang kepala daerah perempuan karena dinilai berpotensi mengandung unsur seksisme atau objektifikasi terhadap perempuan. Sebagian lainnya berpendapat ucapan itu merupakan gurauan yang tidak perlu dimaknai secara berlebihan.

Di platform X, sejumlah komentar menyayangkan penggunaan kalimat tersebut oleh seorang pejabat publik. Beberapa warganet menilai pejabat negara semestinya menjaga pilihan kata agar tidak menimbulkan tafsir yang merendahkan martabat perempuan.

"Pejabat publik harus memberi contoh dalam bertutur kata. Candaan tetap ada batasnya," tulis salah satu akun.

Komentar lain menyebut, "Kalau yang disorot adalah kapasitas sebagai gubernur, tentu lebih baik fokus pada kinerja daripada penampilan fisik."

Di sisi lain, ada pula warganet yang membela Sahroni. Mereka menilai ucapan tersebut merupakan candaan spontan yang tidak memiliki maksud menghina atau merendahkan Gubernur Maluku Utara.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Ahmad Sahroni maupun Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda terkait polemik yang berkembang di media sosial.

Perdebatan tersebut kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya penggunaan bahasa yang sensitif terhadap gender oleh pejabat publik. Sejumlah pemerhati komunikasi menilai figur publik perlu berhati-hati dalam menyampaikan humor karena setiap pernyataan dapat ditafsirkan beragam oleh masyarakat luas, terutama di era media sosial.

 

Komentar