Senin, 27 Juli 2026 | 20:25
NEWS

Uskup Larantuka: Temukan Kristus, Harta Terbesar dalam Kehidupan

Uskup Larantuka: Temukan Kristus, Harta Terbesar dalam Kehidupan
Uskup Larantuka, Mgr Yohanes Monteiro ketika bersama umat (Dok Raldy Doy)

ASKARA – Uskup Larantuka, Mgr Yohanes Monteiro, mengajak umat Katolik untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai harta paling berharga dalam hidup. Pesan itu disampaikannya dalam homili pada Misa Syukur Tahbisan Episkopal bersama ribuan umat diaspora Keuskupan Larantuka di Gedung Zeni Angkatan Darat, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Mengacu pada bacaan Injil tentang seorang yang menemukan harta terpendam di ladang dan seorang pedagang yang menemukan mutiara yang sangat berharga, Mgr Yohanes mengatakan Kerajaan Allah adalah harta sejati yang patut dicari dan diperjuangkan dengan sepenuh hati.

"Harta yang sesungguhnya adalah Yesus Kristus. Dialah kekayaan paling mendasar dalam hidup kita. Ketika kita menemukan Kristus, seluruh perjalanan hidup kita akan dipenuhi berkat dan makna," ujar Mgr Yohanes.

Menurutnya, kehadiran umat dalam perayaan syukur tersebut bukan semata-mata untuk merayakan tahbisan seorang uskup, melainkan sebagai ungkapan kerinduan untuk berjumpa dengan Tuhan dan menerima berkat-Nya.

"Saya yakin kita semua hadir di sini bukan pertama-tama karena saya dipilih menjadi Uskup Larantuka. Kita datang karena ingin menemukan Tuhan dan memperoleh berkat-Nya untuk seluruh perjalanan hidup kita hingga hari ini," katanya.

Mgr Yohanes kemudian mengajak umat melakukan refleksi batin. Ia mempertanyakan apakah dalam kehidupan sehari-hari umat benar-benar mencari Kristus atau justru lebih sibuk mengejar kekayaan duniawi yang sering kali membuat manusia lupa akan sesama.

Ia mengingatkan bahwa Yesus hadir bukan hanya dalam doa dan liturgi, tetapi juga dalam diri setiap orang yang dijumpai. Karena itu, relasi dengan sesama menjadi bagian penting dari perjalanan iman.

"Apakah kita sudah menemukan harta yang paling berharga itu dalam perjumpaan dengan sesama? Ataukah pencarian kita tertutup oleh keinginan mengejar harta dunia sehingga kita kehilangan kesempatan melihat kehadiran Tuhan dalam diri orang lain?" ungkapnya.

Uskup Larantuka juga mengajak umat menjadi "mutiara-mutiara kecil" yang memancarkan kasih Kristus di tengah keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat.

"Mari kita menjadi mutiara-mutiara kecil yang menghadirkan sukacita Kerajaan Surga. Kehadiran kita harus membawa damai, kasih, dan harapan bagi siapa pun yang kita jumpai. Tuhan memberkati," pesannya.

Dalam bagian akhir homili, Mgr Yohanes menegaskan bahwa iman tidak boleh berhenti pada kehidupan rohani semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mengangkat martabat manusia. Karena itu, Gereja Keuskupan Larantuka menetapkan pemberdayaan ekonomi sebagai ekspresi iman dalam arah pastoralnya.

Menurutnya, membangun kesejahteraan umat merupakan bagian dari panggilan Gereja. Umat didorong mengembangkan potensi, menumbuhkan rasa percaya diri, serta bekerja keras agar mampu meningkatkan taraf hidup tanpa kehilangan nilai-nilai Injil.

"Iman harus menghasilkan buah. Ketika umat semakin berdaya, mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, dan saling membantu, di situlah kasih Kristus diwujudkan dalam kehidupan nyata," tandas Mgr Yohanes.

 

Komentar