Prof Rokhmin Dahuri Ungkap Keutamaan Membaca Al-Qur'an: Jalan Menuju Ketentraman dan Keberkahan
ASKARA - Anggota DPR RI 2024–2029, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mengungkapkan bahwa membaca dan mempelajari Al-Qur'an bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga membawa manfaat yang luar biasa bagi individu maupun kelompok.
Prof. Rokhmin mengajak umat Islam untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup Beliau menekankan bahwa membaca dan mempelajari Al-Qur'an bukan hanya meningkatkan keimanan, tetapi juga membangun pribadi yang lebih bijak, sabar, dan penuh syukur, juga investasi abadi yang mendatangkan keberkahan dunia dan akhirat.
Dengan membaca Al-Qur'an satu ayat satu hari, umat akan memperoleh ketenangan jiwa, keberkahan rezeki, dan balasan pahala yang tak akan pernah merugi.
Mengutip QS. Fāṭir ayat 29-30, beliau menyampaikan bahwa mereka yang menyibukkan diri dengan Al-Qur'an, mendirikan shalat, dan menafkahkan hartanya, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, akan mendapatkan “perdagangan yang tidak akan pernah rugi.”
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاَ نْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَا نِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَا رَةً لَّنْ تَبُوْرَ لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."
(QS. Fatir 35: Ayat 29-30).
"Ini adalah janji Allah, yang akan menyempurnakan pahala dan menambahkan karunia-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan taat," ujar Guru Besar IPB University itu dalam tausiyahnya di Bogor, Ahad (13/4).
Tak hanya itu, Prof Rokhmin Dahuri juga mengingatkan keutamaan berkumpul dalam majelis ilmu untuk membaca dan mendalami isi Al-Qur'an.
Rahmat Mempelajari Al-Qur'an
Dalam hadits riwayat Muslim, dijelaskan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidaklah suatu kelompok berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari Al-Qur'an, kecuali mereka akan: Dilimpahi ketenangan jiwa (sakinah), Dilingkupi rahmat (rahmah), Dikelilingi oleh para malaikat, Disebut-sebut namanya oleh Allah di hadapan malaikat-malaikat-Nya.
... مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ...
"... Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Al-Qur'an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka kepada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya." (HR Muslim: 4867)
Prof Rokhmin Dahuri menegaskan, kunci kemajuan bangsa bukan hanya pada kekuatan ekonomi dan politik, tapi juga spiritualitas dan moralitas warganya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan sumber inspirasi dalam membangun Indonesia yang berkarakter, beradab, dan diberkahi.
"Al-Qur'an bukan hanya kitab suci, tapi juga sumber ilmu, solusi, dan motivasi hidup. Mari kita hidupkan rumah dan hati kita dengan cahaya Al-Qur'an," tutupnya penuh harap.

Komentar