Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:41
COMMUNITY

Nusantara Centre Gelar Simposium Ekopol Pancasila Sambut 81 Tahun Kemerdekaan

Nusantara Centre Gelar Simposium Ekopol Pancasila Sambut 81 Tahun Kemerdekaan
Peserta Simposium Ekopol Pancasila foto bersama (Dok Hartono)

ASKARA - Menyambut peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Nusantara Centre bersama Ethos, Banrehi, dan Universitas Nusantara akan menggelar peluncuran buku Pemikiran Soemitro serta simposium bertajuk "Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045" di RRI Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya arsitektur ekonomi politik (ekopol) Pancasila yang dinilai perlu kembali diperkuat sebagai fondasi pembangunan nasional.

Dalam keterangan tertulisnya, penyelenggara menilai usia 81 tahun Indonesia bukan sekadar penambahan angka, tetapi menjadi momentum refleksi atas perjalanan bangsa. Menurut mereka, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah belum terwujudnya kesejahteraan bersama akibat melemahnya implementasi epistemik ekonomi politik Pancasila.

"Catatan dan hasil riset menunjukkan bahwa kesentosaan bersama belum sepenuhnya terwujud karena tenggelamnya epistemik ekopol Pancasila. Kondisi ini perlu segera dijawab melalui langkah-langkah strategis," demikian isi keterangan penyelenggara.

Untuk memperkuat gagasan tersebut, simposium akan menghadirkan 17 aktivis, delapan penulis produktif, serta 45 tokoh nasional dari berbagai latar belakang profesi. Kehadiran mereka disebut bukan sekadar simbol angka Proklamasi 17 Agustus 1945, melainkan representasi semangat membangkitkan kembali ekonomi politik Pancasila.

Penyelenggara menegaskan, negara hanya dapat disebut bermartabat apabila mampu menguasai produksi, teknologi, pasar, dan pembiayaan ekonominya sendiri. Negara yang hanya bergantung pada ekspor bahan mentah dan tidak mengendalikan pasar domestik dinilai akan terus berada pada posisi lemah dalam persaingan ekonomi global.

Karena itu, peluncuran buku Pemikiran Soemitro dan simposium Rancangan Undang-Undang Perekonomian Nasional diharapkan tidak berhenti sebagai forum akademik semata, tetapi menjadi titik awal lahirnya kebijakan nyata yang memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Menurut penyelenggara, kemerdekaan sejati tidak hanya ditandai dengan berkibarnya Merah Putih, tetapi juga kemampuan bangsa mengelola kekayaan alam, memperkuat industri nasional, melindungi pelaku usaha dalam negeri, menciptakan pemerataan kesejahteraan, serta memastikan negara hadir sebagai pengarah utama pembangunan.

Acara yang akan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di RRI Jakarta itu mendapat dukungan penuh dari PT Hamasa Jakarta dan diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

 

Komentar