Selasa, 21 Juli 2026 | 23:09
NEWS

Prof Rokhmin Dahuri: Lailatul Qadar adalah Hadiah Agung Allah SWT, Saatnya Mohon Ampun dan Keberkahan

Prof Rokhmin Dahuri: Lailatul Qadar adalah Hadiah Agung Allah SWT, Saatnya Mohon Ampun dan Keberkahan
Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS (dok.askara)

ASKARA – Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M telah memasuki sepuluh hari terakhir, periode yang paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Dalam momen penuh keberkahan ini, umat Muslim berlomba memperbanyak ibadah demi meraih malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadar.  

Masjid-masjid mendadak penuh sesak, mushalla jadi arena “maraton doa”, dan rumah-rumah berubah menjadi studio tadarus. Semua orang seakan sadar bahwa sepuluh hari terakhir bukan sekadar countdown menuju Idul Fitri, melainkan tiket emas menuju pembebasan dari api neraka.

Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. DR. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S, menegaskan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah masa yang mulia dan penuh rahmat. “Ada satu malam yang disebut dalam Al-Qur’an, lebih baik dari seribu bulan. Momen itu adalah malam Lailatul Qadar,” ujarnya, dalam pesan Ramadhan, dikutip Jum'at, 13 Maret 2026.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini mengingatkan umat Islam untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Ia menganjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdoa dengan penuh kekhusyukan, serta berbagi rezeki kepada sesama.  

“Sepuluh hari terakhir disebut sebagai hari-hari pembebasan dari api neraka. Semoga kita termasuk orang-orang beruntung yang mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat,” tutur Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University.

Prof. Rokhmin Dahuri bahkan menyebut sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagai “masa promo besar-besaran” dari Allah SWT. “Bayangkan, satu malam bisa mengalahkan seribu bulan. Kalau ini bukan diskon surga, lalu apa?” ujarnya sambil menekankan pentingnya memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berbagi rezeki.

Prof. Rokhmin Dahuri mengingatkan, Ramadhan bukan sekadar ritual, melainkan momentum untuk memperkuat ikatan dengan Sang Pencipta. Membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, dan berbagi kepada sesama adalah jalan menuju ridho Allah SWT.  

Ia menegaskan, kalau motivasinya hanya keduniaan, ingin kaya, ingin jabatan yang tinggi, popular, tokoh masyarakat itu di dunia bisa saja tidak terjadi. Akibatnya orang akan putus asa karena dalam ilmu manajemen jika orang yang motivasinya terlalu tinggi biasanya karena dia selalu hope (harapan).

“Harapan yang paling suci, yang paling benar adalah harapan seseorang hamba muslim agar di akhirat kelak bisa menjadi penghuni Surga, terhindar dari siksa api neraka. Sehingga di dunia tetap selamat. Menjadi presiden pun bukan untuk gagah-gagahan tetapi dalam rangka mendapatkan mardhatillah dan mencoba menjadikan Indonesia yang baldatun toyyobatun warobun ghofur,” ucapnya.

Malam Lailatul Qadar, jelasnya, mengundang kita untuk meraih ampunan, keberkahan, dan kebahagiaan yang tiada tara. Lalu, Prof Rokhmin Dahuri menyampaikan doa yang dibaca di malam Lailatul Qadar:

“Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tu-Hibbul ‘Afwa Fa’fu Annii'. Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku,” ucap Prof Rokhmin Dahuri mengutip berdasarkan riwayat Imam At-Tirmidzi,

Di bulan yang mulia ini, Ketua Umum Dulur Cirebonan ini, mengajak umat Islam untuk menjaga alam dan implemenasikan Al-Quran di kehidupan kita. “Insya Allah dekat dengan Al-Quran membuat kehidupan kita menjadi mulia,” tutur pria kelahiran Gebang itu

Dalam kesempatan itu, Prof Rokhmin Dahuri berharap, semoga kita dapat meneladani 4 sifat wajib Rasulullah SAW yaitu Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah. “Dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup agar kita bahagia dan selamat di dunia maupun di akhirat,” ujar anggota Dewan Pakar ICMI Pusat 2022 – 2026 itu.

Prof. Rokhmin Dahuri menutup pesannya dengan doa penuh semangat. Ia mengajak umat Islam untuk menyalakan semangat, menyingkirkan kelalaian, dan menjemput malam seribu bulan dengan ibadah yang tulus. Ramadhan bukan hanya bulan ampunan, tetapi juga gerbang menuju keselamatan dunia dan akhirat.

“Ya Allah, masukkan kami ke dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan hati yang khusyuk, semangat yang tinggi, dan penuh keikhlasan. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar yang penuh keberkahan. Aamiin,” pungkas Menteri Kelautan dan Perikanan 2001–2004 itu.

Komentar