Tausiyah Jum'at: Prof Rokhmin Dahuri Ungkap 3 Kunci Hidup Berkah Dunia Akhirat
ASKARA - Banyak orang mengejar sukses dengan definisi sempit: jabatan tinggi, harta melimpah, dan popularitas. Namun, di tengah hiruk-pikuk dunia yang terus bergerak itu, Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mengingatkan satu hal yang sering kita lupakan — bahwa kesuksesan sejati bukan hanya soal pencapaian materi, tetapi tentang kebermaknaan, ketenangan hati, dan ridha Ilahi.
Pesan tentang sukses dunia-akhirat inilah yang menjadi benang merah dalam berbagai tausiyah Jum'at yang disampaikannya. Ia membongkar 3 kunci hidup sukses yang telah ia praktikkan sendiri, dari seorang dosen biasa hingga menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di era Presiden Gus Dur dan Megawati, hingga kini menjadi tokoh nasional.
Kunci 1: Try To Be The Best — Jadilah
Menurut Anggota DPR RI Komisi IV 2024-2029 itu, kesuksesan bukanlah hadiah yang jatuh dari langit. Ia adalah hasil perjuangan. "Kalau kita ingin sukses, try to be the best," tegasnya.
Menjadi yang terbaik, lanjutnya, bukan berarti harus mengalahkan orang lain. Tapi tentang mengalahkan diri sendiri, melampaui batas, dan memberikan kontribusi terbaik. "Apapun pekerjaan kita, berikan yang terbaik. Keunggulan lahir dari ketekunan, kerja keras, dan komitmen untuk terus belajar," ujarnya.
Kunci 2: Silaturahim Adalah Networking Yang Jadi Ibadah
Dalam Islam, networking bukan sekadar strategi sosial, tapi bagian dari ibadah. Di era yang individualistis ini, banyak orang membangun relasi hanya untuk kepentingan. Prof Rokhmin meluruskannya dengan konsep Islam. "Jangan punya dengki, jangan menggunting dalam lipatan. Bangunlah silaturahim," pesannya.
Ia menekankan, silaturahim membuka pintu rezeki, memperluas peluang, dan memperkuat solidaritas. Dalam dunia yang semakin terfragmentasi, menjaga hubungan baik adalah bentuk kekuatan dan keberkahan. "Dalam Islam, ini bagian dari silaturahim yang membuka pintu rezeki dan panjang umur."
Kunci 3: Tawaran Emas Dari Allah — Tahajud
Inilah kunci yang paling ia rahasiakan. Di antara semua ibadah, tahajud adalah yang paling sunyi namun paling tinggi nilainya.
"Bangun di malam pertiga terakhir, shalat tahajud, itu tawaran dari Allah untuk meninggikan derajat kita. Tahajud bisa jadi pintu kesuksesan dunia dan akhirat. Hati tenang, hidup penuh berkah," ungkapnya.
Bagi Prof Rokhmin, tahajud adalah cara paling langsung untuk dekat kepada Allah, tempat mengadu, meminta petunjuk, dan menenangkan jiwa di tengah beratnya urusan dunia.
Tidak Cukup Sukses, Harus Punya Kesadaran: Tafakur
Pada kesempatan lain, ia melengkapi kunci sukses itu dengan konsep tafakur.
Menurutnya, tafakur bukan sekadar aktivitas berpikir, melainkan sebuah proses spiritual yang mengajak manusia untuk merenungi kebesaran Allah SWT, menghayati tanda-tanda kekuasaan-Nya, serta menempatkan diri dengan penuh kesadaran di tengah ciptaan-Nya.
"Dalam Islam, tafakur adalah konsep yang merujuk pada upaya individu untuk merenung, memikirkan, dan menghayati kebesaran Allah SWT serta mengenali tanda-tanda-Nya yang terdapat dalam ciptaan-Nya," ujarnya. Tafakur membawa kesadaran dan ketenangan hidup di tengah hiruk-pikuk dunia.
Kembali Ke Al-qur'an Dan Sunnah
Pesan yang lebih tajam, ia menegaskan Al-Qur'an dan Hadits sebagai jaminan sukses dunia akhirat.
Prof. Rokhmin mengutip hadits riwayat Imam Malik: “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya.”
"Siapa pun yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits, Allah jamin sukses dan bahagia di dunia maupun di akhirat. Ini bukan teori, ini janji Allah dan Rasul-Nya," tegasnya.
Ia menyayangkan realitas umat Islam saat ini yang mulai meninggalkan kedua warisan agung tersebut. "Semua sudah sekuler. Banyak di antara kita yang hanya menjadikan agama sebagai ritual belaka, sementara dalam kehidupan sehari-hari, kita justru mengadopsi cara pandang dan nilai-nilai yang jauh dari Islam."

Komentar