Putra Daerah yang Ingin Mengabdi, Tantan Sulthon Siap Pimpin PWI Jawa Barat
ASKARA - Bagi Tantan Sulthon, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat bukan sekadar organisasi profesi. PWI adalah rumah besar yang telah membentuk perjalanan hidupnya sebagai wartawan. Karena itu, ketika memutuskan maju sebagai calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026 - 2031, ia mengaku tidak sedang mengejar jabatan, melainkan ingin melanjutkan pengabdian.
Sebagai putra asli Jawa Barat yang tumbuh bersama dinamika masyarakat Sunda dan perjalanan pers di daerahnya, Tantan memahami betul tantangan yang dihadapi wartawan, baik yang bertugas di kota besar maupun di pelosok kabupaten dan kota. Ia ingin memastikan tidak ada anggota PWI yang merasa berjalan sendiri menghadapi perubahan zaman.
Mengusung semangat "Berpengalaman, Berkompeten, Lanjutkan!" dan visi "PWI Jabar Istimewa", Tantan membawa pengalaman sebagai Sekretaris PWI Jawa Barat periode 2021–2026. Selama mendampingi kepengurusan, ia merasakan langsung denyut organisasi, mendengar aspirasi anggota, serta memahami persoalan yang dihadapi wartawan di lapangan.
Perjalanan jurnalistiknya pun ditempa dari bawah. Ia pernah mengabdi di Koran Mitra Dialog (Pikiran Rakyat Group), kemudian Koran Seputar Indonesia (SINDO), hingga dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Inilah Koran. Dengan sertifikasi Wartawan Utama, Tantan tidak hanya memahami teori jurnalistik, tetapi juga merasakan kerasnya perjuangan mencari berita, memenuhi tenggat waktu, hingga menghadapi berbagai tekanan di lapangan.
Baginya, wartawan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk menjaga kebenaran dan menjadi suara masyarakat. Karena itu, organisasi harus hadir bukan hanya ketika anggota mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), tetapi juga saat mereka membutuhkan perlindungan, peningkatan kapasitas, dan jaminan kesejahteraan.
"Saya ingin PWI menjadi rumah yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota. Rumah yang memberi ruang berkembang, saling menguatkan, dan memperjuangkan martabat wartawan," menjadi semangat yang dibawanya dalam pencalonan.
Tantan berkomitmen melanjutkan program 1.000 UKW gratis, memperluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, memperbanyak pelatihan jurnalistik berbasis digital, serta membekali wartawan menghadapi era kecerdasan buatan (AI), multimedia, podcast, dan platform digital lainnya.
Namun lebih dari sekadar program, ia ingin membangun budaya organisasi yang mengedepankan kebersamaan. Menurutnya, PWI Jawa Barat harus menjadi organisasi yang merangkul seluruh anggota tanpa sekat, menghargai senior, memberi ruang bagi generasi muda, dan menjalin kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta komunitas.
Sebagai putra daerah, Tantan meyakini Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi barometer pers nasional. Dengan jumlah anggota yang besar, sejarah panjang organisasi, serta kekuatan wartawan di 27 kabupaten dan kota, PWI Jawa Barat diyakininya mampu tampil sebagai organisasi yang semakin profesional, mandiri, dan disegani.
Kontestasi Ketua PWI Jawa Barat kali ini bukan hanya tentang memilih seorang pemimpin, tetapi juga menentukan arah perjalanan organisasi lima tahun ke depan. Tantan Sulthon mengajak seluruh anggota menjadikan momentum tersebut sebagai ikhtiar bersama membangun PWI yang lebih kuat, lebih solid, dan lebih peduli terhadap anggotanya.
"Saya ingin melangkah bersama seluruh anggota. Karena organisasi yang besar tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kebersamaan, kepercayaan, dan semangat saling mengabdi," pungkasnya, Minggu (2/8/2026).

Komentar