Kamis, 04 Juni 2026 | 08:11
COMMUNITY

STII Sambangi Mabes Polri Suarakan Aspirasi Terkait Ketahanan Pangan

STII Sambangi Mabes Polri Suarakan Aspirasi Terkait Ketahanan Pangan
Foto bersama

ASKARA -Serikat Tani Islam Indonesia (STII) menyambangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (MABES POLRI), Selasa,  18 Februari 2025, diterima oleh Baintelkam bidang Ekonomi, di Gedung Mabes Polri Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan. 

Pertemuan dalam rangka menyuarakan aspirasi Serikat Tani Islam Indonesia terkait soal Ketahanan Pangan disambut Ipda Herry dan ipda Agung, Unit Pertanian dan Peternakan, Badan Intelijen Keamanan POLRI.

Ucapan rasa terima kasih dari Ketua Umum STII Fathurrahman Mahfudz beserta Jajaran Pengurus, yakni para Wakil Ketua Umum Hilman Ismail Metareum, Ade Salamun dan Ikbal Sayuti, serta didampingi Sekjend Didi M. Rosidi, dan Ketua Bidang Organisasi dan perkaderan Husin Tasrik Makruf. 

"Kami mendengar bahwa ada Satuan Tugas ada kaitannya dengan ketahanan pangan yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dilingkungan Kepolisian, untuk itu kami ingin mendapatkan saran, arahan dan masukan," papar Fathurrahman Mahfudz 

Dalam pertemuan tersebut Pengurus STII menyampaikan tentang program penanaman komoditas pangan dari sabang sampai Merauke melalui penerapan bibit unggulan, yakni Bibit Unggul Padi (Varietas Trisakti), Jagung dan Kedelai, dengan menggunakan Pupuk Organik Mikroba Google yang sudah terbukti dapat diterapkan pada lahan gambut atau kondisi tanah asam maupun basa.  

Varietas Padi Trisakti ini diklaim mampu mencapai 12 sampai dengan 16 Ton Gabah per hektar lahan sawah, sehingga anjuran presiden bisa kita bantu dalam dukungan kontribusi.

"Bahkan di area Pantai Utara pulau Jawa pun telah kami terapkan dengan teknologi intensifikasi pertanian, agar dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian untuk menunjang ketahanan pangan pemerintah," tambah Ketum STII Fathurrahman.

ipda Herry juga mengafirmasi persoalan kemandirian pangan agar menjadi perhatian, secara bersama-sama dengan kolaborasi antara STII dengan Polri.
"Kami meminta maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh STII agar dapat menjadi program bersama disampaikan berupa tulisan yang tersusun melalui softcopy, yang nantinya akan disampaikan ke bagian 'asrena' kepolisian dalam hal membuat planning (bagian perencanaan) untuk dapat menggarap penanaman bibit-bibit unggulannya," ujarnya.

Menurutnya, karena Baintelkam hanya fokus kepada bidang intelijen, yakni mata dan telinga pimpinan yang akan disampaikan untuk dijadikan usulan saran dan pendapat kepada pimpinan. 

Pada pembicaraan yang cukup dalam tersebut, membahas terkait teknis pelaksanaan registrasi benih-benih pertanian dan peternakan, kepolisian dapat saja membantu yang sifatnya prefentif soal perselisihan lahan dan proses keamanan distribusi pupuk organik STII dalam rangka menerapkan Undang-undang sistim Budidaya Tanam Berkelanjutan. (HIM)

Komentar