Kamis, 04 Juni 2026 | 12:02
NEWS

Prof. Rokhmin Dahuri: Indonesia dan Tiongkok Punya Kepentingan Menjaga Perdamaian dan Keamanan Regional

Prof. Rokhmin Dahuri: Indonesia dan Tiongkok Punya Kepentingan Menjaga Perdamaian dan Keamanan Regional
Konferensi Internasional Tiongkok-Indonesia tentang persahabatan dan Pertukaran Budaya di Fuqing, ternyata sukses besar di China.

ASKARA - Anggota DPR RI, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, MSc mengatakan, Indonesia dan Tiongkok juga memiliki kepentingan bersama dalam menjaga perdamaian dan keamanan regional. Stabilitas kawasan kita berdampak langsung pada kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat kita. 

Demikian disampaikan Prof Rokhmin Dahuri pada Konferensi Internasional Tiongkok-Indonesia tentang persahabatan dan Pertukaran Budaya di Fuqing, ternyata sukses besar, 23 November 2024, di China.

Konferensi yang diselenggarakan Fujian Polythenic Normal University bertema "Diversifikasi pendidikan dan pengajaran, mengupayakan pembangunan persahabatan bersama, dan membangun komunitas bersama Tiongkok-Indonesia dengan masa depan yang saling menguntungkan."

"Sebagai bagian dari kemitraan strategis kita, kita berupaya untuk bekerja sama erat dengan Tiongkok guna mendorong kawasan Asia-Pasifik yang damai dan stabil," ujar Prof Rokhmin Dahuri.

Dalam pidato ilmiahnya, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan - IPB University mengemukakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo menyadari perlunya memperkuat kerangka diplomatik dan keamanan yang dapat mengatasi tantangan di Laut Cina Selatan.

Serta titik panas geopolitik lainnya di kawasan tersebut. Visi kita adalah dialog yang inklusif, kerja sama multilateral, dan nilai-nilai bersama tentang hidup berdampingan secara damai.

"Kami percaya bahwa melalui komunikasi yang terbuka dan komitmen untuk saling menghormati, Indonesia dan Tiongkok dapat berkontribusi pada Asia-Pasifik yang lebih aman dan lebih damai," katanya.

Dengan mendorong program pertukaran budaya, kolaborasi akademis, dan pendidikan bahasa, kita memperkuat pemahaman budaya dan rasa saling menghormati. 

"Kami berharap dapat memperluas program pendidikan yang memungkinkan para siswa, akademisi, dan peneliti untuk saling belajar dan mengembangkan pengetahuan serta keterampilan baru," ucap anggota Dewan Penasihat Ilmiah Internasional Pusat Pesisir dan Laut Pembangunan, Universitas Bremen, Jerman itu.

Lima Forum Tematik 

Konferensi ini dibagi menjadi lima forum tematik, (1) Pertukaran budaya dan pembangunan komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama, (2) Sejarah dan pembelajaran timbal balik pertukaran peradaban yang realitas antara Tiongkok dan Indonesia, (3) Tren baru dalam kerja sama ekonomi Tiongkok-Indonesia, (4) Pertukaran budaya, khusus pangan Tiongkok-Indonesia dan industrialisasi makanan tradisional, (5) Pertukaran dan kerja sama media Tiongkok Indonesia di era digital.

Hadir dan memberikan kata sambutan Konjen KBRI di Guangzhow Ben Perkasa, Wakil Menteri kementerian RI, Bidang Pembangunan Manusia dan Budaya, Wasyito , Ketua Asosiasi Pengusaha Tionghoa Indonesia, Zhang Jinxiong. Terdapat 3 guru besar dari pihak Indonesia, sebagai pembicara ilmiah tingkat utama, antara lain.1) Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, MSc Anggota DPR RI; Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Republik Indonesia; 2) Prof dr Fasli Djalal, Ph.D, Rektor Universitas Yarsi Indonesia, 3) Prof Ir Aman Wirakartakusumah, Ph. D , Rektor IPMI (Business Magement of IPMI University), Indonesia.

Jumlah peserta dari se Tiongkok, Hongkong dan Macau adalah 267 pakar, peneliti, guru besar, cendekiawan, Terdapat 35 pakar, peneliti dan guru besar dari Indonesia, Malaysia dan Jepang. Seluruh kegiatan dipusatkan di Fuqing Rongqiao Hotel, aula utama serbaguna Huiyu.

Komentar