Kebakaran Tumpukan Sampah Jadi Momentum Perkuat Budaya Pilah Sampah
ASKARA – Penanganan kebakaran tumpukan sampah di lahan kosong Jalan Penggilingan Baru I, RW 03, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, kini memasuki tahap pendinginan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan tim gabungan untuk mencegah bara api kembali menyala dan merambat ke area lain.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) bergerak cepat setelah menerima laporan kebakaran.
"Laporan diterima pada Sabtu (1/8/2026) pukul 07.02 WIB, dan petugas tiba di lokasi pada pukul 07.11 WIB untuk melakukan pemadaman api utama," ujar Marulina saat meninjau lokasi, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, penanganan saat ini difokuskan pada pemadaman bara api yang masih tersisa di bawah timbunan sampah. Meski bagian permukaan telah disiram air, kepulan asap masih muncul karena bara api diperkirakan berada pada kedalaman satu hingga dua meter.
Untuk memastikan api benar-benar padam, petugas Gulkarmat terus membuka titik-titik pada timbunan sampah dan mengalirkan air langsung ke bagian bawah agar menjangkau sumber bara api.
"Petugas terus membuat bukaan pada timbunan sampah dan mengalirkan air hingga ke bagian bawah agar seluruh titik api dapat dipadamkan dan tidak terjadi perambatan," jelasnya.
Secara bersamaan, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta melakukan pengangkutan sampah di area yang telah dinyatakan aman dari kebakaran. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk membuang sampah di fasilitas yang telah disediakan, termasuk Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), serta membiasakan memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah sejak dari sumbernya.
Penanganan pascakebakaran dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur Gulkarmat, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, PPSU, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Puskesmas Kelurahan dan Kecamatan.
Marulina berharap peristiwa tersebut menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah sesuai ketentuan dan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah harus menjadi budaya baru masyarakat Jakarta. Mulailah dengan memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah secara benar dari sumbernya sehingga kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.

Komentar