Bawa Shantui ke Mining Expo 2026, STI Bidik Efisiensi Operasional Tambang
ASKARA - Persaingan industri alat berat pertambangan kini tidak lagi sekadar soal harga unit. Efisiensi biaya operasional, keandalan alat dan layanan purna jual menjadi faktor penting bagi perusahaan tambang. Peluang itu ditangkap PT San Traktor Indonesia (STI) dengan membawa Shantui ke Mining Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
STI, bagian dari Multi Power Group, tampil bersama PT Multi Power Aditama dan PT Haneagle Heavyparts Indonesia dengan mengusung tema “The Solution for Efficiency”. Shantui diposisikan sebagai salah satu pilihan alat berat yang menawarkan fleksibilitas dan efisiensi biaya operasional bagi pelanggan.
Perwakilan manajemen Multi Power Group, Joseph Effendy, mengatakan perusahaan tidak ingin berhenti pada penjualan unit. Menurutnya, kebutuhan industri tambang telah berkembang sehingga perusahaan harus mampu memberikan dukungan dari komponen, alat berat hingga layanan purna jual.
“Kami tidak hanya menjual satu unit alat. Kami ingin masuk ke ekosistem pertambangan, dari komponen, unit, sampai layanan purna jual,” ujar Joseph.
Ia mengatakan efisiensi tidak semata-mata dihitung dari harga pembelian, tetapi juga dari total cost of ownership, usia komponen, risiko downtime hingga cost per hour. Karena itu, layanan purna jual menjadi bagian penting dari strategi perusahaan.
“Yang lebih penting adalah bagaimana komponen tersebut dapat bekerja secara optimal, memiliki lifetime yang sesuai dengan kondisi operasional, mengurangi risiko downtime, dan pada akhirnya memberikan cost per hour yang lebih baik bagi pelanggan,” katanya.
Joseph juga melihat pasar pertambangan Indonesia terus berubah. Selain batu bara, pertumbuhan aktivitas di sektor nikel, emas, pasir silika, bauksit, timah dan tembaga membuka kebutuhan baru terhadap alat berat dengan karakter operasional berbeda.
Untuk mendekatkan layanan kepada pelanggan, STI memperkuat jaringan cabang dan service center di sejumlah wilayah pertambangan dan perkebunan di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Strategi tersebut diarahkan untuk mempercepat respons teknis dan menekan potensi kehilangan produksi akibat downtime.
Melalui ekosistem Multi Power Group, STI tidak hanya menawarkan unit Hyundai, Shantui dan Dongfeng, tetapi juga didukung bisnis undercarriage, Ground Engaging Tools (G.E.T), suku cadang serta layanan teknis.
Kehadiran di Mining Expo 2026 menjadi momentum STI memperkenalkan pendekatan tersebut kepada industri. Di tengah siklus komoditas dan perubahan kebutuhan pertambangan, perusahaan menempatkan efisiensi dan kedekatan layanan sebagai bagian dari strategi mempertahankan daya saing di pasar alat berat Indonesia.

Komentar