Rabu, 17 Juni 2026 | 20:49
OPINI

Melihat Kehidupan Lewat Sudut Pandang Masing-Masing

 Melihat Kehidupan Lewat Sudut Pandang Masing-Masing

Oleh: Sigit Jati Waluyo, content creator

ASKARA - Bagaimana kita melihat kehidupan ini ? Barangkali, seorang ilmuwan akan melihat kehidupan ini dengan berteori atau membuat kerangka teori. Wartawan memandang kehidupan dengan fakta-fakta yang dijumpainya Sementara, seniman melihat kehidupan ini dengan cara membuat rekaan-rekaan (fictions) dan sebagainya.

Lalu, bagaimana kita melihat kehidupan ini ? Kita dapat melihat dan menjalani kehidupan sesuai sudut pandang masing-masing. Mengapa, sebab tidak ada dua orang sama di dunia ini. Manusia juga memiliki kemampuan, bakat, minat, dan pribadi yang berbeda, hingga panggilan hidup pun berbeda. Namun yang menakjubkan, setiap manusia mempunyai delapan kekuatan tersembunyi, seperti dipaparkan berikut ini.

Pertama, imajinasi. Kekuatan ini memungkinkan manusia untuk menciptakan ide, gambaran, dan konsep yang hebat.

Kedua, kreativitas. Merupakan usaha keras untuk mewujudkan imajinasi dan memungkinkan manusia menghasilkan karya yang berciri khas.

Ketiga, intuisi. Yaitu, kemampuan memahami sesuatu dengan cepat. Meskipun intuisi tidak selalu tepat, namun dapat menjadi pertimbangan untuk langkah berikutnya.

Keempat, memori. Merupakan kekuatan untuk mengingat sesuatu. Kekuatan memori memungkinkan manusia belajar agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Kelima, keberanian. Dengan daya keberanian manusia sanggup mengambil keputusan yang berrisiko dan tidak takut menghadapi tantangan.

Keenam, daya tahan. Bahwa, banyak manusia yang bekerja keras dan tekun setiap hari. Ini bukti, bahwa manusia mempunyai daya tahan fisik dan mental yang andal.

Ketujuh, daya menyembuhkan. Bahwa kasih sayang kepada sesama bisa mengatasi penderitaan dan penyakit. Mereka yang dibiarkan dan kesepian berisiko sakit-sakitan.

Kedelapan, empati. Yaitu, kemampuan memahami emosi orang lain. Bahwa dengan saling memahami, manusia bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan bijak.

Kekuatan tersembunyi manusia tersebut dapat dipadukan dengan kecerdasannya. Menurut teori terbaru terdapat sembilan jenis kecerdasan manusia, yaitu: kecerdasaan visual-spasial, kecerdasan lingguistik-verbal, kecerdasan logis-matematika, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalistic, dan kecerdasan eksistensial.

Tetapi apakah dengan semua itu manusia bisa melihat dan menjalani hidup sesuai yang diidam-idamkan ? Memang, manusia memiliki pilihan atau kehendak bebas. Tetapi patut diingat, bahwa kehendak, atau pilihan bebas itu bukanlah “cek kosong”. Ada prasarat yang perlu dipenuhi, bahwa setelah hidup cukup stabil secara karir dan finasial, manusia disarankan mengubah orientasi hidunya, yaitu ke arah mencari dan mencintai kebijaksanaan. Mengapa ?

Sebab manusia mesti terus berproses ke arah hidup yang lebih baik. Dan, kehidupan yang dijalani manusia merupakan kesempatan untuk merealisasikan diri menjadi sosok yang semakin sempurna. Meski tidak menganggap hidupnya sempurna, tetapi manusia mengalami bahwa hidupnya selalu ditarik ke atas yaitu ke arah kesempurnaan, yaitu: kebijaksanaan, keutamaan, atau kebaikan. Maka, kehendak bebas manusia untuk melihat dan menjalani kehidupan ini mesti bertumpu pada dua prinsip berikut.

Perama: “Kasihilah Tuhan, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”. Kedua: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.

Sekian, selamat menjalani hidup yang indah dan menyenangkan. Semoga bermanfat.

Komentar