Minggu, 25 September 2022 | 22:34
NEWS

Irjen Ferdy Sambo Terancam Dieksekusi Regu Tembak

Irjen Ferdy Sambo Terancam Dieksekusi Regu Tembak
Irjen Ferdy Sambo (Dok Viva)

ASKARA - Irjen Ferdy Sambo telah resmi jadi tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J. 

Suami Putri Candrawathi itu dikenakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga hukuman mati di hadapan regu tembak.

"Irjen FS menyuruh melakukan dan menskenario peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak menembak di rumah dinas di Kompleks Polri di Duren Tiga," kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto dalam konfrensi pers di Mabes Polri, Selasa (9/8). 

Pembunuhan Brigadir J dieksekusi oleh Bharada E atas perintah dari Ferdy Sambo.

Menurut Agus, Bharada E yang melakukan penembakan terhadap korban Brigadir Yosua. Sementara itu Brigadir RR turut menyaksikan penembakan.

Sementara itu KM, tersangka lainnya dalam pembunuhan itu turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap Brigadir Yosua.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan keempat tersangka berdasarkan perannya masing-masing, penyidik menerapkan pasal 340 subsider pasal 338 Jo 55 dan 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau selama-lamanya maksimal 20 tahun penjara," kata Agus.

Irjen Ferdy Sambo, Brigadir RR dan KM dikenakan pasal yang sama. Mereka dikenakan pasal berlapis.

"Penyidik menerapkan Pasal 340 subsider 338 juncto Pasal 55, Pasal 56 KUHP," ujar Agus.

Tidak hanya menyuruh, diketahui Irjen Ferdy Sambo juga terlibat langsung dan berada di tempat kejadian saat kematian Brigadir Yosua.

Bahkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa Sambo sendiri lah yang menembakkan senjata milik Brigadir Yosua ke dinding beberapa kali untuk membuat skenario seolah ada peristiwa tembak menembak.

"Saudara FS telah melakukan penembakan dengan senjata milik saudara J ke dinding berkali-kali untuk membuat kesan seolah terjadi tembak menembak," katanya.

 

Komentar