Rabu, 22 Juli 2026 | 21:05
NEWS

Maraton 18 Kecamatan Sehari, Prof. Rokhmin Dahuri: Saya Tak Mau Jadi Kacang Lupa Kulitnya

Maraton 18 Kecamatan Sehari, Prof. Rokhmin Dahuri: Saya Tak Mau Jadi Kacang Lupa Kulitnya
Prof. Rokhmin Dahuri bersama warga Cirebon (foto.kohnoly)

ASKARA – Anggota DPR RI Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menunjukkan totalitas dalam masa reses. Pada Rabu (22/7), politisi PDI Perjuangan itu maraton menemui ratusan warga dari 18 kecamatan di Kabupaten Cirebon dalam satu hari.

Tak tanggung-tanggung, reses dibagi menjadi 6 titik pertemuan sejak pagi hingga sore.

Titik pertama di Pangenan untuk warga Gebang, Astanajapura, dan Pangenan. Titik kedua untuk Pabedilan, Losari, dan Babakan. Titik ketiga Ciledug, Pasaleman, Waled, dan Pabuaran. Titik keempat Karangwareng, Karangsembung, dan Lemahabang. Titik kelima Sedong dan Susukan Lebak. Serta titik terakhir di Mundu, Greged, dan Beber.

Di setiap titik, Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University itu tak hanya menyerap aspirasi, tapi juga menyalurkan bantuan beras kepada ratusan warga. Bantuan ini merupakan kemitraan Komisi IV DPR RI dengan Bulog dan Bapanas.

Diskusi yang dipandu Tenaga Ahli Edi Syamsuri berlangsung hangat. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani mengeluhkan tiga hal utama: kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan) modern, irigasi yang tersumbat, dan perbaikan jalan usaha tani.

Salah satu yang paling diminta adalah combine harvester, mesin panen canggih yang bisa memotong, merontokkan, membersihkan, hingga mengantongi gabah dalam sekali jalan.

Menanggapi itu, Prof. Rokhmin berjanji akan memperjuangkan.

"Alhamdulillah, setiap reses saya selalu maksimalkan waktu di Cirebon, Kota Cirebon, dan Indramayu. Hari ini saja 6 tempat dari pagi sampai sore. Saya tidak mau berleha-leha. Ibaratnya, saya tidak ingin seperti kacang lupa pada kulitnya. Sebagai anggota DPR RI, saya ingin menangis dan tertawa bersama rakyat," tandas Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu.

Ia menjelaskan, bantuan combine memang terbatas kuotanya, namun setiap tahun selalu disalurkan ke kelompok tani secara bergiliran.

"Untuk combine memang terbatas. Tapi setiap tahun selalu kita bagi. Bagi yang belum kebagian, tahun depan saya usahakan lagi," imbuhnya.

Prof. Rokhmin menegaskan komitmennya. Sejak di Senayan, ia mengaku telah menyalurkan berbagai program untuk petani, nelayan, peternak, hingga pembudidaya ikan, mulai dari traktor, pompa air, benih, mesin kapal, alat tangkap, hingga cold storage portable.

"Saya minta setiap bantuan yang diberikan harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Bantuan cukup sekali, tapi dampaknya harus untuk peningkatan kesejahteraan dan perbaikan ekonomi," pungkas Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) itu.

Komentar