Maulid Nabi dan Haul Keluarga di Desa Gebang Mekar, Prof. Rokhmin Dahuri: Teladani 4 Sifat Mulia Rasulullah
ASKARA - Suasana haru dan khidmat menyelimuti Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Sabtu (5/9). Sekitar 500 warga, didominasi kaum ibu-ibu, memadati lokasi pengajian akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Haul Keluarga Besar H. Dahuri, Hj. Dasmira (Almh) dan H. Sudarto.
Sejak pagi, lantunan shalawat dan dzikir telah menggema dari pengeras suara. Warga datang berbondong-bondong, duduk lesehan dengan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Di belakang mimbar, terbentang spanduk besar bertuliskan pesan utama acara "MARI KITA TELADANI AKHLAK RASULULLAH, PERERAT UKHUWAH, BERBUAT BAIK DAN JADIKAN KELUARGA KITA KELUARGA YANG DIRIDHOI ALLAH SWT".
Pengajian akbar tersebut digagas langsung oleh putra daerah, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001-2004. H. Dahuri dan Hj. Dasmira sendiri adalah orang tua kandung dari Prof. Rokhmin.
Dalam sambutannya, Prof. Rokhmin yang dikenal sebagai Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran ratusan warga yang telah mendoakan kedua orang tua dan keluarganya.
"Terima kasih atas kehadiran ibu-ibu, bapak-bapak semua. Ini adalah bentuk bakti saya sebagai anak kepada orang tua, dan sebagai umat kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW," ujar Prof. Rokhmin membuka sambutan.

Teladani 4 Sifat Rasulullah
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan kembali perjuangan, ajaran, dan akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Dosen Teladan I Tingkat Nasional 1995 ini mengingatkan jamaah untuk meneladani empat sifat utama Nabi Muhammad SAW.
"Mengingat sifat utama Nabi Muhammad SAW, yakni Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan) dan Fatanah (cerdas). Nabi Muhammad SAW adalah pembawa rahmat bagi semesta alam dan suri tauladan yang patut kita contoh," ujarnya.
Ia menegaskan, Nabi Muhammad SAW adalah pembawa rahmat bagi semesta alam, rahmatan lil alamin, yang menjadi suri tauladan sempurna bagi seluruh umat manusia.
"Mari kita perbanyak membaca shalawat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Semakin kita cinta kepada Rasul, insya Allah hidup kita semakin berkah," ajaknya yang langsung disambut shalawat bersama oleh 500 jamaah.

Jangan Tinggalkan Shalat dan Tahajud
Puncak tausiyah adalah pesan spiritual yang paling ditekankan. Di hadapan ratusan warga kampung halamannya, Prof. Rokhmin mengajak seluruh jamaah untuk tidak pernah menjauh dari Allah SWT melalui shalat.
Pesan yang paling ditekankan adalah tentang keistiqomahan menjaga shalat lima waktu dan menghidupkan shalat Tahajud.
"Jangan putus shalat, terutama yang lima waktu. Tambah Shalat Tahajud, karena besar sekali manfaatnya. Shalat Tahajud itu mengangkat derajat kita, bisa naik pangkat, rejeki bertambah, anak jadi sholeh, hati tenang, terhindar dari iri dan dengki," jelasnya.
Di hadapan ratusan warga kampung halamannya, Prof. Rokhmin
"Jangan putus shalat, terutama yang lima waktu. Itu tiang agama kita. Tambah dengan Shalat Tahajud, karena besar sekali manfaatnya," pesan Prof. Rokhmin.
Ia memaparkan dengan rinci keutamaan shalat sepertiga malam tersebut yang ia rasakan sendiri dalam perjalanan hidupnya dari anak desa hingga menjadi menteri dan profesor.
"Shalat Tahajud itu mengangkat derajat kita, bisa naik pangkat, rezeki bertambah, anak jadi sholeh dan sholehah, hati menjadi tenang, terhindar dari sifat iri dan dengki. Allah akan mudahkan semua urusan kita," tuturnya.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama untuk almarhum H. Dahuri, Hj. Dasmira, dan H. Sudarto, serta doa untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Cirebon-Indramayu. "Ya Allah, limpahkan rahmat dan keberkahan kepada kita semua, keluarga kita, dan jadikan kita semua bahagia di dunia dan akhirat, Aamiin."
Sehari penuh di Gebang menjadi bukti nyata komitmen Prof. Rokhmin Dahuri: bekerja nyata mengawal bantuan ekonomi warga, sekaligus menjaga akar spiritual dan bakti kepada orang tua di tanah kelahirannya.
Warga yang hadir mengaku senang dan terharu. Selain mendapatkan siraman rohani, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi akbar warga Gebang Mekar dengan Prof. Rokhmin Dahuri yang dikenal tidak pernah melupakan kampung halamannya.

Komentar