Besok Misa Penutupan FABC, Satukan Doa Uskup Asia di Katedral Jakarta
ASKARA - Rangkaian Sidang Pleno XII Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) 2026 akan diakhiri dalam sebuah Perayaan Ekaristi yang khidmat di Gereja Katedral Jakarta pada Minggu (26/7/2026). Misa Penutupan ini menjadi puncak perjalanan rohani para uskup Asia yang selama sepekan berhimpun untuk berdoa, berdiskusi, dan meneguhkan misi Gereja di tengah dinamika masyarakat Asia.
Perayaan akan diawali dengan prosesi para uskup dan kardinal pada pukul 10.40 WIB, dilanjutkan dengan Misa Kudus yang dimulai pukul 11.00 WIB. Ekaristi penutupan ini menjadi ungkapan syukur atas penyelenggaraan Sidang Pleno FABC sekaligus peneguhan komitmen Gereja untuk terus menghadirkan kasih Kristus, memperjuangkan perdamaian, membangun persaudaraan, serta melayani mereka yang kecil, lemah, dan tersisih.
Panitia mengimbau umat yang ingin mengikuti misa secara langsung agar memperhatikan keterbatasan kapasitas Gereja Katedral Jakarta. Demi kelancaran ibadah, umat juga dianjurkan menggunakan transportasi umum karena area parkir di sekitar gereja sangat terbatas.
Bagi umat yang tidak dapat hadir secara langsung, Perayaan Ekaristi dapat diikuti melalui siaran langsung di kanal YouTube Komsos KWI mulai pukul 11.00 WIB. Dengan demikian, umat dari berbagai penjuru Indonesia tetap dapat bersatu dalam doa bersama para uskup Asia.
Usai Misa Penutupan, para peserta Sidang Pleno FABC dijadwalkan mengunjungi Tunnel of Friendship yang menghubungkan Gereja Katedral Jakarta dengan Masjid Istiqlal, kemudian melanjutkan kunjungan ke Masjid Istiqlal pada pukul 13.30 WIB. Kunjungan tersebut menjadi simbol nyata persaudaraan sejati, dialog, dan semangat hidup berdampingan dalam damai yang terus dihidupi Gereja di tengah masyarakat yang majemuk.
Melalui Perayaan Ekaristi penutupan ini, Sidang Pleno FABC 2026 diharapkan meninggalkan warisan spiritual bagi Gereja di Asia, yakni semakin teguh menjadi tanda harapan, menghadirkan cinta kasih Allah, serta membangun jembatan persaudaraan lintas bangsa, budaya, dan agama demi terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan.

Komentar