Senin, 14 September 2026 | 23:37
NEWS

MediaMIND 2026 Tantang Jurnalis Angkat Cerita di Balik Kekayaan Mineral Indonesia

MediaMIND 2026 Tantang Jurnalis Angkat Cerita di Balik Kekayaan Mineral Indonesia
Sosialisasi MediaMIND di Energy Building, Jakarta, Senin (14/9/2026). (Dok MIND ID)

ASKARA - Dunia jurnalistik kembali ditantang untuk melihat industri pertambangan dari berbagai sudut. Melalui kompetisi karya jurnalistik MediaMIND 2026, MIND ID mengajak jurnalis mengangkat cerita tentang bagaimana kekayaan mineral Indonesia dikelola, diolah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kompetisi yang memasuki tahun kelima ini mengusung sejumlah subtema, mulai dari ekonomi dan investasi, ESG (Environmental, Social, and Governance) serta green mining, kontribusi sosial masyarakat, hilirisasi, industrialisasi dan ketahanan mineral Indonesia, hingga transformasi dan inovasi.

Melalui tema-tema tersebut, peserta didorong menggali cerita mengenai pengelolaan sumber daya mineral secara bertanggung jawab. Karya diharapkan tidak berhenti pada aktivitas pertambangan, tetapi juga melihat bagaimana sektor tersebut berkontribusi terhadap penguatan industri nasional, transisi energi, penciptaan nilai tambah melalui hilirisasi serta kesejahteraan masyarakat.

Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, mengatakan MediaMIND merupakan program berkelanjutan yang digelar setiap tahun. Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi MediaMIND di Energy Building, Jakarta, Senin (14/9/2026).

“MediaMIND ini merupakan program kita yang berlanjut setiap tahun. Jadi ini acaranya telah berlangsung untuk kelima kalinya, dan alhamdulillah setiap tahun berjalan dengan lancar,” ujar Pria.

Menurutnya, MediaMIND menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan sisi lain dari industri pertambangan kepada masyarakat. Ia berharap pemberitaan tentang pertambangan tidak semata-mata berhenti pada persoalan dampak negatif, tetapi juga menggali kontribusi dan upaya pengelolaan yang dilakukan secara bertanggung jawab.

“Kami sebenarnya ingin mempublikasikan bahwa tambang itu tidak selalu negatif. Kami ingin mempublikasikan bahwa usaha tambang yang kami lakukan itu bertanggung jawab,” katanya.

Pria menegaskan, kegiatan pertambangan tidak sekadar mengambil mineral dari bumi. Menurut dia, terdapat tanggung jawab untuk menjaga ekosistem dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

“Usaha yang kami lakukan itu tidak sekadar pertama menambang, terus kami tinggalkan, terus merusak ekosistem lingkungan dan sekitar,” ujarnya.

Di sisi lain, MediaMIND juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara MIND ID dengan media, pengamat, akademisi dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan perspektif yang lebih beragam mengenai industri pertambangan dan masa depan mineral Indonesia.

“Ini bukan hanya kami yang mempublikasi, tapi kami ingin media bisa berkolaborasi. Berkolaborasi secara positif antara kami dengan media, kemudian juga dengan rekan-rekan para pengamat, termasuk juga mahasiswa,” kata Pria.

Ia berharap karya yang lahir dari kompetisi tersebut tidak hanya memberikan edukasi mengenai dunia pertambangan, tetapi juga menghadirkan gagasan-gagasan baru yang inovatif.

“Mudah-mudahan selain dapat memberikan edukasi mengenai dunia pertambangan, juga dapat memberikan hal-hal baru yang sifatnya inovatif,” tuturnya.

Bagi MIND ID, kolaborasi dengan media diharapkan pada akhirnya dapat memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi kepentingan pembangunan Indonesia.

“Mudah-mudahan hal ini bisa memberikan dampak positif bukan hanya buat kami, buat MIND ID, tapi juga tentunya untuk negara kita, untuk Indonesia yang kita cintai,” ujarnya.

Dalam MediaMIND 2026, kategori kompetisi bagi jurnalis meliputi karya teks berupa Hard News dan Feature, fotografi berupa Foto Tunggal dan Foto Cerita, TV/video berupa Hard News dan Feature, serta kategori Infografik.

Sementara akademisi dan pengamat dapat mengikuti kategori Artikel Opini. Untuk masyarakat umum tersedia kategori Media Sosial, seperti Instagram dan TikTok, serta Teks Reportase.

MediaMIND 2026 telah dimulai melalui kick off pada 1 Agustus 2026. Karya yang dilombakan merupakan karya yang telah dipublikasikan dalam periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026.

Khusus kategori jurnalis, batas akhir pengumpulan karya ditetapkan pada 17 September 2026. Adapun kategori umum, akademisi dan pengamat masih dibuka hingga 25 Oktober 2026.

Di tengah perdebatan panjang mengenai pertambangan dan pengelolaan sumber daya alam, kompetisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi jurnalis untuk tidak sekadar mengulang narasi. Kekayaan mineral Indonesia bukan hanya soal apa yang diambil dari bumi, tetapi juga tentang apa yang ditinggalkan untuk masyarakat dan generasi berikutnya.

 

Komentar