Selasa, 15 September 2026 | 00:02
NEWS

Api Membesar, Damkar Tak Datang: Warga Motongkad Berjibaku Selamatkan Permukiman

Api Membesar, Damkar Tak Datang: Warga Motongkad Berjibaku Selamatkan Permukiman
Api membakar lahan kosong yang dipenuhi semak belukar, tak jauh dari Kantor Camat Motongkad dan rumah-rumah warga (Dok Chan)

ASKARA - Langit Desa Motongkad, Kecamatan Motongkad, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), berubah gelap oleh kepulan asap pada Senin (14/9/2026) sore.

Api membakar lahan kosong yang dipenuhi semak belukar, tak jauh dari Kantor Camat Motongkad dan rumah-rumah warga. Kobaran api dengan cepat membesar, merambat melalui rerumputan kering, dedaunan dan tumpukan sisa pembersihan kebun.

Angin yang bertiup kencang membuat situasi semakin sulit. Lidah api terus menjalar, sementara asap hitam pekat membumbung tinggi dan menyelimuti kawasan sekitar.

Warga mulai panik.

Bukan hanya karena lahan terbakar, tetapi karena api berada begitu dekat dengan permukiman.

Dalam situasi genting itu, warga tidak menunggu lebih lama. Mereka turun tangan dengan peralatan seadanya. Truk, galon berukuran besar, selang dan pompa air dikerahkan untuk membasahi area yang terbakar dan menahan pergerakan api.

Satu unit excavator juga didatangkan untuk menyingkirkan material yang mudah terbakar di sekitar kawasan yang berdekatan dengan rumah warga.

"Mobil, galon, selang dan excavator yang kami gunakan ini dipinjamkan oleh seorang warga," ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Warga berharap bantuan pemadam kebakaran segera tiba. Namun, hingga api terus berkobar, mereka mengaku belum melihat armada pemadam kebakaran berada di lokasi.

Kekecewaan pun berubah menjadi pertanyaan.

Sejumlah warga bahkan mendatangi lokasi tempat armada pemadam kebakaran biasa diparkir. Mereka mengaku menemukan tiga unit mobil rescue dalam kondisi yang dipertanyakan.

Menurut keterangan warga, kendaraan tersebut tidak terlihat terisi air dan diduga tidak memiliki selang yang siap digunakan.

Temuan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah maupun pihak yang bertanggung jawab atas armada tersebut. Karena itu, kondisi sebenarnya kendaraan dan alasan tidak hadirnya armada di lokasi masih menunggu penjelasan resmi.

Sementara itu, api terus menyala hingga malam. Kobaran bahkan terlihat semakin tinggi ketika kegelapan mulai menyelimuti kawasan Motongkad.

Warga kembali berjibaku.

Mereka menyiram, menyemprot dan berusaha memutus jalur api agar kobaran tidak bergerak menuju rumah-rumah. Di tengah keterbatasan, keselamatan lingkungan dan permukiman menjadi alasan mereka terus bertahan.

Peristiwa ini menyisakan pertanyaan besar tentang kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lahan. Ketika api dapat menyebar dalam hitungan menit, keberadaan armada dan peralatan pemadam yang siap digunakan menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar fasilitas.

Bagi warga Motongkad, malam itu bukan hanya tentang lahan yang terbakar. Mereka juga harus memastikan api tidak sampai mengambil lebih banyak lagi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi pemerintah mengenai penyebab kebakaran, kondisi armada pemadam kebakaran maupun total kerugian akibat peristiwa tersebut.

Api boleh membesar, tetapi malam ini warga Motongkad memilih tidak menyerah. Dengan peralatan seadanya, mereka berdiri di antara kobaran api dan rumah-rumah yang mereka lindungi.

 

 

Komentar