Minggu, 27 November 2022 | 17:02
NEWS

Survei: Hanya 22,6 Persen Publik yang Tak Percaya Kapolri Usut Tuntas Kasus Ferdy Sambo

Survei: Hanya 22,6 Persen Publik yang Tak Percaya Kapolri Usut Tuntas Kasus Ferdy Sambo
Kapolri Listyo Sigit Prabowo (Dok Istimewa)

ASKARA - Mayoritas publik percaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J secara transparan, obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Hal itu berdasarkan hasil survei yang digelar Indikator Politik Indonesia (IPI). Di mana, 65,7 persen publik mengaku percaya janji Kapolri yang akan menuntaskan kasus tersebut. 

"Mayoritas, 73 persen tahu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan mengusut tuntas kasus tewasnya Brigadir J secara obyektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan mengedepankan pembuktian ilmiah," tulis keterangan tertulis IPI, Jumat (26/8). 

Dalam survei Indikator, 65,7 persen itu diperoleh dari kategori responden yang mengaku cukup dan sangat percaya atas pernyataan Kapolri. 

Mereka yang mengatakan cukup percaya sebesar 51,9 persen, sedangkan sangat percaya 13,8 persen. Namun, publik yang merasa kurang percaya sebesar 22,6 persen. 

Bahkan, ada pula yang mengaku tidak percaya sama sekali terhadap Kapolri sebesar 6,6 persen. 

Indikator juga bertanya pada responden soal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta polisi mengusut tuntas kasus Sambo. 

Sebanyak 80,6 persen publik mengaku mengetahui pernyataan itu. Hanya 19,4 persen yang tidak tahu. Dari pernyataan Jokowi itu, mayoritas atau 52,6 persen publik mengaku sangat setuju dan setuju 39 persen.

Indikator juga mengungkap hasil survei bahwa Kapolri telah mengusut kasus sesuai arahan Presiden. 

"Mayoritas cukup/sangat percaya 68,3 persen bahwa Kapolri hingga sejauh ini sudah mengusut kasus tewasnya Brigadir J sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo," demikian kutipan dalam rilis. 

Survei ini dilakukan pada 11-17 Agustus 2022 melalui sambungan telepon. Pengambilan sampel survei ini sebanyak 1.229 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening. 

Margin of error survei diperkirakan lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen asumsi simple random sampling.

Komentar