Rabu, 06 Juli 2022 | 15:08
OPINI

Indonesia Diantara Pengaruh Cina Dan Amerika

Indonesia Diantara Pengaruh Cina Dan Amerika

Oleh: Kanjeng Senopati *)

DUA raksasa adidaya Cina vs Amerika akan beradu duel di wilayah Indonesia. Indonesia akan menjadi sasaran bidik area perang besar diantara dua negara. Kemana TNI akan bersikap dan berpihak?

Indonesia akan digiring menuju kepada konflik horisontal endingnya adalah pecahnya konflik internasional melibatkan  Amerika bersama sekutunya melawan Cina RRC.

Secara kekuatan alutsista Cina siap untuk perang tapi secara kekuatan moral politis Cina sangat lemah. Intinya Cina tidak siap perang dan sangat menghindar terjadinya perang, karena jika terjadi perang maka akan GAGAL total seluruh proyek triliunan Cina di Indonesia, pupus sudah harapan cita² Cina untuk kuasai Indonesia sebagai negara boneka Cina. 

Dan Amerika diam-diam terus memancing dan mengompor ngompori Cina dengan masalah Natuna agar terjadi perang terbuka.

Baik apa pengaruh Amerika dan pengaruh Cina terhadap Indonesia? Kita sudah puluhan tahun dalam pengaruh Amerika. Tapi baru 7 tahun saja Indonesia dalam pengaruh Cina rakyat sudah babak belur,   umat Islam terkapar dan  rakyat meratap dan banyak yang kelaparan.

Pengaruh Amerika terhadap Indonesia adalah mengembangkan ideologi liberalisme dan kapitalisme barat. Dan pengaruh Cina terhadap Indonesia adalah mengembangkan ideologi komunisme, sekulerisme dan kapitalisme cina.

Jujur saja dua-duanya bisa disebut sebagai "penjajah" Indonesia. Sistem politik dan ekonomi Indonesia tidak pernah bisa lepas dari pengaruh dua negara ini. Maka kita ambil mana diantara dua negara ini yang paling ringan daya kerusakannya terhadap aspek Ketahanan Nasional dan kedaulatan negara kita.

Perbedaan pengaruh "penjajahan" Amerika dan "penjajahan" Cina yang sekarang sedang berlangsung terhadap Indonesia dalam aspek politik, social dan investor / penguasaan aset SDA.

Pengaruh asing Amerika terhadap Indonesia adalah berorientasi pada merubah nilai pola berpikir, mengubah gaya hidup masyarakat tapi tidak menguasai dan menduduki wilayah teritorial.

Pengaruh Cina terhadap Indonesia berorientasi pada merubah nilai ideologi negara,
merusak mentalitas masyarakat tapi menguasai dan menduduki wilayah teritorial. Baik kita kupas satu-satu :

Pertama,
Pengaruh Amerika dalam aspek politik berorientasi mengubah konsep pola berpikir kepada konsep kebebasan berpikir (liberal). Dalam aspek social berorentasi mengubah gaya hidup (life style) rakyat Indonesia. Dan aspek investor Amerika memiliki kepentingan terhadap SDA tapi tidak secara mutlak tetap memberikan peluang bagi investor dalam negeri untuk JO (join operation) masih bisa Indonesia sebagai leader and user untuk jalankan mainkon atau subkon project. Dan Amerika membuka lapangan kerja sumber daya manusia seluas²nya bagi pribumi atau masyarakat setempat untuk dapat bekerja layak.

Kedua,
Penjajahan Cina dalam aspek politik berorientasi merusak dan mengubah nilai, ideologi dan falsafah negara. Dalam aspek sosial berorentasi merusak dan merubah  mentalitas masyarakat dengan berusaha merubah dan melunturkan nilai presepsi keyakinan dan  budaya. Dan aspek investor Cina sangat vulgar agresif untuk menguasai dan menduduki wilayah teritorial. Cina memiliki kepentingan terhadap SDA Indonesia secara mutlak sebagai investor tunggal dan mainkon tunggal. Dan Cina menutup lapangan kerja sumber daya manusia bagi pribumi dengan membawa tenaga kerja kasar dari negeranya sendiri.

Cina dan Amerika adalah dua bola salju besar yang akan terus menggelinding kebawah dan pasti akan pecah. Dan pecahnya bola salju adalah PERANG !

Memang dua negara adidaya tersebut  memiliki kepentingan di Indonesia. Yang satu untuk kepentingan kekalnya kerjasama bisnis, yang satu lagi kepentingan untuk menguasai dan menduduki secara mutlak.

Cita-cita Amerika tidak menjadikan Indonesia bagian dari negara milik Amerika. Indonesia tetap sebagai negara yang berdaulat dengan status sebagai mitra negara.

Cita-cita Cina menjadikan Indonesia bagian dari wilayah negara bagian Cina yaitu sebagai status negara boneka Cina komunis. 

Itulah cita-cita Cina yang sejak dahulu ingin kuasai Nusantara agar Nusantara menjadi bagian jajahannya. Tapi tidak pernah kesampaian selalu gagal Cina menguasai Nusantara.

Maka perlunya rakyat Indonesia agar melek dan smart dalam melihat peta politik global, paham geopolitik geostrategi pemerintah saat ini condong ke mana?

Agar rakyat kita fokus satu barisan dan satu langkah perjuangan, tidak salah dalam memihak dan melangkah .

Pengaruh Cina terhadap Indonesia daya rusaknya jelas jauh lebih besar karena akan mengancam ideologi negara, mengancam ketahanan nasional, mengancam mental karakter masyarakat dan masuknya eksodus jutaan warga asing Cina jelas mengancam pribumi, kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI.

Peta geopolitik Amerika telah berubah semenjak presiden AS Joe Biden mencabut issue terorisme terhadap umat Islam. Dan Amerika berbalik akan menentang kelompok mana saja yang selalu menyebarkan issue Islamiphobia.

Diluar kepentingan Amerika terhadap Indonesia yang jelas Amerika tidak menginginka Indonesia menjadi negara Komunis budaknya RRC karena akan mengancam sekutunya yaitu Australia, Malaysia, Bruney, dan Philipina. 

Rakyat harus melek politik, harus cerdas dan paham siapa real musuh kedaulatan sebenarnya saat ini. 

Kondisi geopolitik global dunia telah mengalami perubahan secara alami dibidang social dan politik. Ini sesuai dengan ketentuan  akhir jaman bahwa  Allaah dan Rasulnya pernah menjelaskan bahwa bangsa Rum (barat) akan  bersama dengan umat Islam untuk memerangi musuh besar dan akhirnya Allaah memenangkan peperangan itu.

*) Putra Sentana Dalem Kasunanan Mataram Islam

Komentar