Kamis, 18 Juni 2026 | 04:32
OPINI

Kado Mainan Terindah Semasa Kecilku

Kado Mainan Terindah Semasa Kecilku

Oleh: Mang Ucup *)

Cobalah renungkan kado apa yang merupakan kado yang paling istimewa yang pernah anda dapatkan semasa kecil anda?

Bagi Mang Ucup, kado terindah yang pernah saya dapatkan adalah pensil berwarna cap Burung dari Faber Castell. Maklum ayah saya hanya sekedar montir bengkel mobil.

Kado tersebut saya dapatkan ketika saya berusia delapan tahun. Kenapa menjadi sedemikian istimewanya?

Saya ini telah dikategorikan dari sejak kecil oleh guru SD saya sebagai anak bego bin dunguk. Oleh sebab hampir di semua mata pelajaran angkanya selalu merah. hanya untuk menggambar saja saya mendapatkan nilai delapan.

Maka dari itulah pula hadiah pensil berwarna tersebut bagi saya merupakan harta karun yang paling indah bagi saya.

Seperti juga anak-anak pada saat itu, kami semuanya kerajingan komik. Hal inilah yang mendorong saya ingin menjadi seorang pelukis komik.

Guru menggambar saya yang perama adalah John Lo bernama asli Djoni Lukman. Termasuk pelukis komik pertama seangkatan dengan R.A. Kosasih. Hasil karya dari John Lo adalah komik Putri Bintang, Garuda Putih, Raden Palasara dll-nya.

Guru melukis saya yang kedua adalah Bapak. Kartono Yudhokusomo (alm) yang memiliki Studio Sanggar Seniman di Baksil – Jl Siliwangi no. 11 – Bandung.

Beliau adalah mantan suami dari artis bom seks pertama Indonesia - Nurnaningsih. Pak Kartono mendapakan predikat sebagai "Bapak Seni Lukis Dekoratif Modern Indonesia".

Saya juga banyak menimba ilmu soal melukis dari keponakan saya Soe Hok Djin (Arief Budiman) kakaknya dari Soe Hok Gie.

Namun sayangnya saya tidak pernah serius mau merealisasikan untuk menjadi seorang pelukis.  Saya menilai bahwa saya tidak berbakat untuk menggeluti bidang seni rupa ini.

Akhirnya cita-cita untuk jadi pelukis ini kandas alias layu sebelum berkembang. Bahkan sejak usia 15 tahun saya tidak pernah menggambar lagi hingga kemarin.

Entah kenapa mendapak timbul kembali keinginan untuk belajar menggambar lagi. Maka kemarin saya khusus membeli pensil berwarna lagi. Sambil  bernotstalgia mengingat cita-cita semasa kecil dahulu.

Bahkan bercita-cita ingin bisa melukis seperti saudara muda saya Bambang Sugeng ataupun kang Usyah Bodin.

Nanti apabila saya liburan ke Indonesia saya ingin berguru menimba ilmu lagi dari rekan-rekan lainnya yang jago melukis.

*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar