Bareskrim Polri Ambil Alih Penyelidikan dan Penyidikan Kasus Edy Mulyadi
ASKARA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri megambil alih penyelidikan kasus dugaan ujaran kebencian terkait Edy Mulyadi.
Pasalnya, usai kasus tersebut mencuat, belasan laporan polisi dibuat di seluruh Indonesia.
Karopenmas Polri Brigjen, Ahmad Ramadhan mengatakan, laporan itu dibuat oleh masyarakat dari berbagai macam elemen. Total, polisi di seluruh Indonesia menerima tiga laporan polisi, 16 pengaduan dan 18 pernyataan sikap berkaitan dengan pernyataan Edy Mulyadi.
"Semua LP (laporan polisi), pengaduan dan pernyataan sikap dari berbagai elemen masyarakat. Akan dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh Bareskrim," kata Ramadhan kepada wartawan, Selasa (25/1).
Ramadhan memastikan, pihaknya akan mengusut kasus tersebut secara profesional. Dia pun meminta agar masyarakat mempercayakan penanganan kasus itu ke kepolisian.
"Kami minta masyarakat kami imbau untuk tenang dan percayakan penanganan kasus ini kepada Polri," imbaunya.
Bareskrim, kata dia, saat ini akan melakukan serangkaian pemeriksaan saksi dan mengumpulkan bukti-bukti awal. Polisi juga disebut akan teliti mengusut perkara tersebut sehingga tak terburu-buru dalam prosesnya.
"Kami penuhin unsur-unsur, setelah lengkap baru boleh kebut," imbuhnya.
Sebelumnya, tersebar cuplikan video Edy Mulyadi yang sedang mempermasalahkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
Ia menyindir Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Edy menyebut Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai macan yang jadi mengeong. Pernyataan itu kemudian menjadi viral di media sosial. Ia pun dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara (Sulut) oleh Kader Partai Gerindra.
Kemudian, Edy juga menyebut bahwa wilayah Kaltim sebagai 'tempat jin buang anak' sehingga menjadi aneh apabila ibu kota negara dipindahkan ke wilayah tersebut. Ia pun menyebut bahwa segmentasi orang-orang di Kaltim adalah 'kuntilanak' hingga 'genderuwo'.
Ia pun kemudian meminta maaf kepada masyarakat terkait pernyataannya soal 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak' tersebut. Menurutnya, ucapan tersebut hanya ditujukan untuk menggambarkan Kalimantan sebagai tempat yang jauh.

Komentar