Rabu, 25 Mei 2022 | 08:35
OPINI

Tujuan Hidup Ini Untuk Mencari !

Tujuan Hidup Ini Untuk Mencari !

Oleh: Mang Ucup *)

Dari sejak kita dilahirkan kita sudah diwajibkan untuk mencari misalnya mencari ASI. Ketika kita kecil diwajibkan mencari ilmu, setelah itu mencari pasangan hidup, mencari pekerjaan, mencari sesuap nasi dan seterusnya Never Ending Story.
 
Bahkan kalau kita jujur, sebenarnya kita dilahirkan ini untuk menjadi budak pencarian, agar bisa memuaskan perasaan ego kita.

Apakah pencarian ini akan berakhir? Tidak, walaupun seseorang sudah mencapai level super kaya sekalipun, masih tetap saja ingin mencari untuk menambah harta kekayaannya.

Ketika saya masih muda, walaupun sudah punya istri yang baik dan cantik sekalipun masih saja tetap mencari petualang untuk berselingkuh.

Setelah kita tua pun, kita masih tetap saja mencari misalnya mencari dokter maupun obat untuk menjaga kesehatan kita.

Mencari rahasia agar bisa mencapai umur panjang maupun hidup abadi. Bahkan setelah mati sekalipun kita tetap ingin mencari Surga dan mencari Tuhan.

Dalam pencarian ini yang beda hanya targetnya saja; namun masih tetap dalam status pencarian.
 
Tuhan menciptakan manusia menurut saya kurang sempurna, Apabila kita sudah sempurna maka kita tidak perlu mencari lagi untuk menutup kekurangan kita.
 
Kita nungging berdoa dengan permohonan agar diberikan rezeki pada hari ini. Walaupun perkataanya sama rezeki namun artinya beda seperti bumi dan langit.
 
Makna rezeki dari pak Luhut dan Eric Tohir, beda dengan si Pulan sang abang becak. Kita akan berhenti mencari apabila kita sudah koit bin modyar.

Mencari ini merupakan motor penggerak kehidupan kita. Dimana kebutuhan kita tinggi, maka kita akan mencari tanpa menghiraukan entah apapun juga, bukan hanya sekedar kesehatan saja, bahkan etika dan moral pun kita akan abaikan.
 
Asal muasal dari semua dosa di kolong langit ini berawal dari pencarian! Misalnya mencari jabatan, mencari harta, mencari selingkuhan, bahkan mencari illah lainnya, karena merasa tidak puas dengan illah yang kita sembah saat sekarang ini.

Bahkan teori katanya, bahwa di Surga (Taman Firdaus) itu sudah Super Ultimate yang menyatakan mampu membahagiakan entah siapapun juga itu hanya sekedar dongeng.

Teori ini telah dipatahkan oleh kenyataan, bahwa Hawa tidak merasa happy 100 Persen di Taman Firdaus, sehingga ia mudah terkecoh oleh godaan Iblis.

Please mohon komentar dan petromaksnya. The Drunken Priest Ucup.

*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar