Pasangan Hidup Adalah Anugerah Terindah Dari Tuhan
Oleh: Mang Ucup *)
Pasangan hidup itu merupakan kodrat Ilahi karena Tuhan mengetahui bahwa manusia itu butuh pasangan hidup maka dari itulah Hawa diciptakan.
Believe It Or Not, tidak ada manusia di kolong langit ini yang mau mendampingi anda terus-menerus selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.entah dalam keadaan suka maupun duka terkecuali Pasangan Hidup anda!
Bahkan anak maupun orang tua kandung sekalipun yang bisa dan mau melakukan ini terkecuali pasangan hidup anda. Oleh sebab itulah juga disebut Pasangan Hidup.
Begitu juga pada saat kita sakit hanya Pasangan Hidup kita lah yang benar-benar bisa mau dan turut merasakan penderitaan kita secara all out! Namun di sisi lain pada saat kita gembira ataupun bahagia.
Hanya Pasangan Hidup kita lah yang benar-benar bisa tulus turut merasakan kebahagiaan dan kegembiraan tersebut tanpa minta bagian entah sekepeng pun juga.
Hanya dengan pasangan hidup kitalah dimana kita bisa menangis bersama maupun tertawa bersama. Pasangan hidup saya adalah Mbak Wied yang usianya 25 tahun jauh lebih muda daripada saya.
Saya sering kesulitan pakai kaos kaki, maka dari itulah entah dimanapun juga dan entah dihadapan siapapun juga; tanpa ada rasa risih mbak Wied selalu berlutut di hadapan saya untuk membantu memakaikan kaos kaki.
Begitu juga setiap kali saya mandi, pakaian bersih sudah selalu disiapkan dan diletakkan untuk saya tanpa pernah saya harus mencarinya sendiri. Bagi mbak Wied pernikahan itu merupakan pengabdian total terhadap orang yang ia kasihi
Oleh sebab itulah pula selama kami menikah 28 tahun tidak pernah mbak Wied ingin keluar rumah tanpa didampingi oleh saya, bukannya karena saya melarang melainkan karena keinginan dia sendiri.
Namun saya seringkali meninggalkannya selama berhari-hari bahkan terkadang pulang jam 4 pagi karena saya pergi ke dugem sendirian maklum harus entertain customer.
Dan ia tidak pernah mau dan bisa tidur sebelumnya saya pulang, karena ia khawatir kalau saya pulang lapar ataupun mau ingin mandi terlebih dahulu.
Pasangan hidup adalah satu-satunya manusia di kolong langit ini yang bisa merasakan dan mau menerima diri kita dengan segala kelebihan maupun kekurangannya.
Misalnya mbak Wied sering menangis dan berdoa untuk saya apabila ia membaca ataupun mendengar berita-berita negatif tentang diri saya.
Pada saat saya kesepian bahkan saat saya dijauhi oleh banyak orang termasuk keluarga saya sendiri, ia selalu berusaha untuk bisa lebih mendekatkan dirinya kepada saya dan juga menghibur diri saya. Mbak Wied menyatakan entah dalam keadaan apapun juga saya berada.
You Will Never Walk Alone, Because I’ll Be There.
Memang harus diakui bahwa terkadang kalau ia sedang kesal sering ngomel dan uring-uringan; namun setelah itu ia selalu meminta maaf terlebih dahulu kepada saya sambil memberikan kecupan manis.
Harus diakui bahwa tidaklah mudah untuk menjadi pendamping dari mang Ucup; dimana ia seringkali dicibirkan bahkan dihina orang karena punya suami yang jauh lebih tuir, gembrot, botak, ubanan maupun peot sekalipun. Bahkan ia sendiri tidak senang kalau saya menyemir rambut jadi hitam.
Ia sudah bersumpah entah apapun yang akan terjadi ia tidak ingin pisah lagi dari saya, bahkan ia mengharapkan agar kita bisa mati pada saat yang bersamaan. Mbak Wied juga sering marah dan tersinggung apabila orang menanyakan: Apakah pendamping Anda itu ayahanda mbak Wied, dimana ia langsung protes tanpa ada rasa risih bahkan dengan perasaan BANGGA; ia menyatakan bahwa sang kakek yang mendampinginya itu adalah suami dan pasangan hidup saya.
Mbak Wied sangat Care mengenai kesehatan saya sehingga sudah menjadi ritual tetap setiap hari harus ditensi terlebih dahulu oleh suster Wied siang maupun malam. Dan pertanyaan awal setiap pagi ialah Mas mau makan apa hari ini?
Apabila saya sakit ia mendampingi saya dan turut begadang di samping tempat tidur untuk menghibur maupun mendoakan saya agar kesehatan saya bisa cepat pulih kembali, bahkan terkadang menyuapi saya makan.
*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar