Utopia Air Pam
OLEH: JAYA SUPRANA
ASKARA - Tanggal 1 April 2035, saya bangun, melirik kalender, dan panik. Bukan karena kena prank, tapi karena air keran di rumahku benar-benar bening. Tidak ada bau kaporit yang nyengat kayak kolam renang, tidak ada warna teh tawar. Saya ambil gelas, isi langsung dari keran, teguk. Rasanya… hambar. Dalam arti yang bagus.
Selamat datang di semesta Utopia Air PAM.
Tahun 2035, pemerintah akhirnya sadar bahwa pipa yang bocor 46% itu bukan fitur, tapi bug. Program "Ganti Pipa Nasional" selesai 3 tahun lalu. Sekarang setiap PAM punya dashboard publik: klik, keluar data http://E.coli, pH, kekeruhan real-time. Kalau ada yang merah, alarmnya bunyi sampai HP bupati ikut bergetar.
Lembaga konsumen tidak perlu menggugat lagi. Mereka jadi tim QA eksternal. Tiap bulan ambil sampel acak, upload ke TikTok. Kalau ketahuan curang, trending jadi #AIRPAMTAKLAYAKDIMINUM. Efektif. Malu itu lebih mahal dari renovasi pipa.
Industri AMDK tidak bangkrut, mereka pivot. Galonnya sekarang isi ulang air PAM gratis di 10.000 titik. Mereka jualnya botol stainless keren, bukan airnya. Kapitalisme menang, tapi menang dengan jujur. Di warung, adegan klasik sudah punah. Dulu: "Mas, es teh manis, airnya galon ya.". Sekarang: "Mas, es teh manis, airnya keran ya. Galonnya kemahalan, Mas."
Anak SD tidak bawa tumbler mahal. Mereka bawa botol bekas, isi di sekolah. Pelajaran IPA jadi praktikum: "Hari ini kita cek pH air keran kelas 5B. Hasilnya 7,2. Bagus!" Yang paling keren, turis asing kaget. Mereka datang bawa filter portabel, pulangnya buang. "Di Indonesia air kerannya bisa diminum? Tidak mungkin." Mungkin. Karena yang tidak mungkin adalah membiarkan 270 juta orang tetap beli air yang sebenarnya sudah mereka bayar lewat pajak.
Tentu, ini utopia. Di utopia, anggaran tidak hilang di jalan. Di utopia, PAM "sakit" diobati, bukan disuruh sabar. Di utopia, air bukan komoditas mewah yang dikemas plastik 500 ml. Tapi utopia dimulai dari satu hal gila: percaya bahwa warga berhak minum dari keran tanpa harus berdoa dulu.
Jadi kalau suatu hari kamu buka keran dan airnya bening, jangan kaget. Itu bukan 1 April. Bukan April Mop. Itu hari di mana kita berhenti pasrah menerima yang buruk sebagai normal.
Air PAM layak diminum bukan upah. Itu janji yang akhirnya ditagih untuk diwujudkan menjadi kenyataan. MERDEKA !

Komentar