Menelah RAPBN 2027
OLEH: JAYA SUPRANA
ASKARA - Naskah ini_ditulis dengan bola kristal, jailangkung, dan optimisme yang dipaksakan
Saudara-saudara, mari kita telaah bersama. Bukan harga cabai. Bukan PPN. Tapi masa depan: RAPBN 2027.
`Saya sudah konsultasi ke 3 dukun, 2 jailangkung, 2 ekonom, dan 1 admin grup WhatsApp "Info Bansos". Hasilnya sama : gelap. Tapi kita harus tetap optimis. Karena APBN itu ibarat horoskop. Mau seburuk apapun, pasti ada kalimat "tahun ini akan ada peluang".
1. PENDAPATAN NEGARA: DARI MANA?
2027, target penerimaan negara diprediksi tembus Rp 4.000 Triliun. Dari mana? Jawabannya gampang dan elegan: "dari berbagai sumber".
Rinciannya:
- Pajak: 85%. Targetnya naik karena semua orang sudah sadar bayar pajak. Termasuk tukang cilok online yang sekarang lapor SPT pakai AI.
PNBP: 10%. Dari tol, tambang, dan denda telat bayar pajak yang dendanya lebih besar dari pokoknya.
Lain-lain: 5%. Dari lelang jabatan, penjualan aset BUMN yang "tidak strategis", dan sumbangan sukarela warga yang dipaksa.
Yang pasti, tidak ada lagi istilah "defisit". Yang ada "fleksibilitas fiskal".
2. BELANJA NEGARA: UNTUK APA?
Belanja 2027 akan "fokus dan tepat sasaran". Sasaran apa? Sasaran 5 tahunan.
- Infrastruktur: 30%. Buat bangun IKN Tahap 7, Tol Laut Tahap 12, dan jembatan yang tidak ambruk saat diresmikan. Semoga.
- Kesehatan & Pendidikan: 25%. Buat beli tablet 1 siswa 1 laptop. Laptopnya dari 2022, tapi niatnya 2027.
Subsidi: 20%. BBM, listrik, LPG. Supaya pas pemilu 2029 kita masih bisa bilang "harga stabil".
- Lainnya: 25%. Buat gaji ASN, tunjangan kinerja, studi banding sebagai kedok tamasya ke luar negeri untuk pura-pura belajar "bagaimana negara lain tidak korupsi". Meski sudah ada teknologi video call dan zoom.
3. UTANG: MASIH AMAN
Tenang. Rasio utang 2027 hanya 38% terhadap PDB. Aman.
Analoginya: kalau gaji Anda 10 juta, utang Anda cuma 3,8 juta. Ke rentenir. Bunganya floating. Pemerintah bilang: "Utang untuk produktif". Maksudnya, produktif buat bayar bunga utang tahun lalu.
KESIMPULAN
APBN 2027 akan jadi APBN paling "ambisius" dalam sejarah. Ambisius dalam menargetkan, ambisius dalam berharap, dan ambisius dalam menjelaskan ke publik kenapa realisasinya beda 40%. Tapi kita harus dukung. Karena alternatifnya apa? Tidak ada APBN? Nanti siapa yang bagi-bagi bansos menjelang pilkada.
Jadi mari kita siapkan 3 hal dari sekarang:
1. Skill baru: biar bisa bayar pajak lebih banyak
2. Mental baja: biar kuat lihat harga
3. Bola kristal: biar bisa mempersiapkan RAPBN 2028 lebih awal
Akhir kata, sebagai rakyat kita hanya bisa 2 hal: bayar pajak dan berdoa.
Semoga di 2027 doa kita didengar. Dan pajak kita dibelanjakan dengan benar.
Aamiin Ya Rabbal Alamin

Komentar