Abuna Yemata Guh
OLEH JAYA SUPRANA
ASKARA - Bicara tentang gereja dengan lokasi dramatis, di Yunani ada Meteora, di Turkiye ada Cappadocia, di Ethiopia ada Abuna Yemata Guh.
Di Ethiopia bagian utara, tepatnya di Tigray, ada gereja yang tidak bisa kita datangi dengan mobil. Tidak ada lift. Tidak ada tangga biasa. Yang ada: tebing setinggi 250 meter, jalur setapak selebar telapak kaki, dan iman setebal batu.
Abuna Yemata adalah seorang tokoh di antara "Sembilan Orang Suci" yang datang dari Suriah ke Ethiopia pada abad ke-5 M. Misi mereka: menyebarkan Nasrani
Tradisi lisan bilang, Abuna Yemata bertapa dan mendirikan gereja ini di atas tebing agar dekat dengan Tuhan. Dan jauh dari gangguan manusia. Gerejanya diperkirakan selesai dibangun abad ke-6 M. Umurnya 1500 tahun. "Guh" dalam bahasa Tigrinya artinya "gua" atau "tebing". Gereja ini dipahat langsung di dalam batu tebing Gheralta. Dari bawah hanya kelihatan titik kecil.
Untuk masuk gereja dramatis itu, kita harus:
1. Mendaki tebing tanpa pegangan, hanya tonjolan batu
2. Menyeberang jembatan kayu 3 meter tanpa pagar di atas jurang
3. Merayap masuk lewat pintu kecil
Di dalam: gelap, dingin, dan hening. Dindingnya penuh lukisan dinding abad ke-15 yang masih hidup warnanya. Ada 9 Orang Suci, adegan Alkitab, dan malaikat. Lantainya ditutup karpet tua. Aromanya dupa + batu + waktu. Tidak ada listrik. Yang menerangi hanya cahaya dari celah batu dan lampu senter atau hape yang dibawa pengunjung
Bagi Gereja Ortodoks Tewahedo Ethiopia, Abuna Yemata Guh bukan tempat wisata. Ini tempat ziarah. Jamaat datang saat hari raya, terutama hari Minggu dan Paskah. Mereka puasa, berjalan kaki berjam-jam, lalu memanjat sambil berdoa.
Di sana iman tidak diukur dengan kata-kata. Diukur dari napas, keringat, tekad dan keberanian. Pendeta bilang: "Kalau Tuhan mau kamu sampai, kamu akan sampai."
Gereja ini juga menyimpan manuskrip kuno di atas kulit kambing. Anak-anak desa di bawah tebing ditunjuk jadi penjaga. Turun naik tiap hari demi menjaga warisan. UNESCO menyebut kawasan Gheralta sebagai warisan yang harus dijaga.
Abuna Yemata Guh mengajarkan 2 hal:
1. Kesucian butuh pengorbanan. Tuhan tidak ditaruh di tempat yang gampang.
2. Budaya bisa bertahan karena isolasi. Karena susah dijangkau, gereja ini tidak dirusak perang.
Abuna Yemata Guh mengingatkan kita: ada agama yang dibangun dengan emas, ada yang dibangun dengan batu. Dan ada yang dibangun dengan keberanian memanjat.
Dari kejauhan ia hanya batu. Dari dekat ia adalah doa 1500 tahun yang belum selesai. Kalau kita berhasil sampai ke sana, kita tidak pulang dengan foto. Kita pulang dengan lutut gemetar dan hati yang lebih tenteram dan damai.

Komentar